Berita-24today.co.id || JAKARTA — Kepedulian terhadap penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditunjukkan masyarakat Jakarta. Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) DPC Jakarta Timur bersama para donatur menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Post Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, dan diterima oleh Ibu Winda, Koordinator BNPB Bantuan Gempa Bumi NTT.
Tidak hanya kebutuhan pangan, bantuan yang dikumpulkan GPIB juga menyasar kebutuhan anak-anak sekolah. Langkah ini dilakukan karena proses pemulihan pascabencana dinilai tidak boleh mengabaikan keberlangsungan pendidikan.
Ketua GPIB DPC Jakarta Timur, Bapak Mohamad Amin, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara di NTT.
“Bangunan boleh runtuh, namun mental mereka jangan sampai runtuh. Itulah motivasi GPIB, supaya mereka bersekolah lagi,” ujar Bapak Amin.
Menurut Bapak Amin, anak-anak membutuhkan dukungan agar dapat kembali ke lingkungan pendidikan setelah menghadapi situasi bencana.
GPIB juga mengajak para pengusaha dan masyarakat untuk terus berkolaborasi. Menurutnya, bantuan kemanusiaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Sejumlah donatur ikut memberikan bantuan. Bapak Finawan Ateng menyumbangkan 480 pcs sari kacang hijau dan 200 pcs celana dalam baru.
Kemudian Bapak Kiki Irawan memberikan 14 dus mie instan dan Bapak Sosidjono menyumbangkan tujuh dus mie instan.
Bantuan juga diberikan oleh Bapak David berupa 12 dus air mineral. Sedangkan masyarakat menyumbangkan 50 set pakaian sekolah baru untuk siswa SD, SMP, dan SMA.
Ibu Winda mengapresiasi bantuan yang diberikan GPIB DPC Jakarta Timur bersama seluruh donatur.
“Alhamdulillah kami sudah terima dengan baik dan semoga bisa meringankan saudara-saudara kita yang ada di NTT. Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas kepedulian dari teman-teman GPIB,” ujar Ibu Winda.
Ibu Winda mengatakan kebutuhan masyarakat terdampak masih cukup besar, terutama selama masa transisi darurat.
Menurutnya, kebutuhan anak-anak seperti pakaian sekolah, alat tulis, dan buku bacaan juga harus menjadi perhatian.
“Beberapa kebutuhan mendesak seperti pakaian anak sekolah, alat tulis, dan buku bacaan. Itu memang kami perlukan di masa-masa transisi darurat seperti ini,” kata Ibu Winda.
Ia berharap bantuan dan dukungan masyarakat kepada penyintas NTT terus berlanjut.
Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Ketua GPIB DPW DKI Jakarta Bapak Edy Dwiyanto, S.E., Ketua GPIB DPC Jakarta Timur Bapak Mohamad Amin, serta pengurus DPC GPIB Jakarta Timur, Ibu Monfris bagian Kelembagaan dan Ibu Sri Rejeki selaku Bendahara.
Bapak Amin mengatakan GPIB akan terus mendorong gerakan sosial tersebut dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Bagi GPIB, bantuan kepada penyintas bukan hanya soal memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada harapan yang ingin dijaga, terutama bagi anak-anak yang harus kembali bangkit setelah bencana.
Dari bantuan sederhana, GPIB ingin menyalakan kembali semangat anak-anak NTT untuk membuka buku, kembali ke sekolah, dan mengejar cita-cita.
- Penulis : S Erfan Nurali
- Editor : Redaksi













