banner 728x250

Festival Batu Penggilingan IV Digelar, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM di Jakarta Timur

banner 468x60

Berita-24today.co.id || JAKARTA, 22 Agustus 2026 — Festival Batu Penggilingan IV resmi digelar di kawasan Cagar Budaya Batu Penggilingan, Jalan Kali Buaran, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Kegiatan yang berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 tersebut mengangkat semangat pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan penataan lingkungan.

 

Example 300x600

Festival ini dihadiri Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, S.Sos., M.Si., beserta jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, di antaranya Camat Cakung H. Rohmad, S.AP., M.Si., serta para lurah di Kecamatan Cakung.

Turut hadir Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B Fraksi PAN Syahroni, SE, Anggota DPR RI Komisi IX Surya Utama atau yang dikenal sebagai Uya Kuya, serta Anggota DPRD DKI Jakarta Dapil Jakarta 7 Komisi E Fraksi PAN Astrid Khairunisha atau Astrid Kuya. Hadir pula Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi C Fraksi PAN Ismail Ali.

Kedatangan para tamu disambut dengan tradisi palang pintu sebagai bagian dari rangkaian pelestarian seni dan budaya Betawi.

Festival Batu Penggilingan IV tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni budaya Betawi, tetapi juga bazar UMKM yang melibatkan sekitar 30 pelaku usaha. Masyarakat juga dapat memperoleh layanan pembuatan Kartu TransJakarta secara gratis.

Sejumlah perlombaan turut menjadi bagian dari rangkaian festival. Di antaranya lomba penataan lingkungan yang diikuti perwakilan RT dan RW di sepanjang Kali Buaran, lomba baris-berbaris yang melibatkan 20 perwakilan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kelurahan se-Jakarta Timur, serta lomba pemilahan sampah yang diikuti seluruh RT di RW 07.

Lomba baris-berbaris PPSU telah dilaksanakan pada 20-21 Agustus 2026 sebagai rangkaian kegiatan menuju puncak Festival Batu Penggilingan IV.

 

Wali Kota Jakarta Timur Dorong Perubahan Berkelanjutan

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Batu Penggilingan yang telah memasuki tahun keempat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menghidupkan budaya, kesenian, perekonomian, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Terus kami dari Pemerintah Kota Jakarta Timur mengapresiasi apa yang diinisiasi oleh Bang Roni. Dari tahun ke tahun ini sudah memasuki tahun yang keempat mengadakan festival,” kata Munjirin.

Ia mengatakan kawasan Penggilingan saat ini telah mengalami banyak perubahan dibandingkan kondisi puluhan tahun lalu. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah bagian yang perlu ditata.

Munjirin juga meminta jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk melanjutkan penataan kawasan di sekitar Kali Buaran agar semakin nyaman dan enak dipandang.

“Tadi saya berjalan ke sini, sisi sini sudah enak dipandang, tapi sisi sebelah sana belum. Saya minta Pak Camat, dalam tahun ini yang seberang juga harus seperti yang di sini,” ujarnya.

Munjirin menilai lomba baris-berbaris PPSU juga memiliki tujuan positif, terutama untuk meningkatkan kedisiplinan dan kekompakan petugas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Ia berharap Festival Batu Penggilingan dapat terus digelar dan menghadirkan inovasi baru setiap tahunnya sehingga memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Uya Kuya Dorong Penggilingan Jadi Destinasi Budaya

Anggota DPR RI Komisi IX Surya Utama alias Uya Kuya mengapresiasi perubahan kawasan Penggilingan yang dinilainya semakin tertata dibandingkan sekitar satu dekade lalu.

Ia berharap pengembangan kawasan tidak berhenti pada festival, tetapi dapat berlanjut menjadi kegiatan dan atraksi yang mampu menarik masyarakat untuk datang.

“Ini harus kita jaga agar wilayah ini tetap bersih seperti ini. Festival Batu Penggilingan juga harus tetap ada yang kelima,” kata Uya Kuya.

Uya juga menyampaikan gagasan agar kawasan Kali Buaran ke depan dapat dikembangkan sebagai ruang publik yang lebih menarik. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah menghadirkan perahu-perahu kecil dan aktivitas ekonomi di sepanjang kawasan tersebut.

“Festival budayanya nanti bisa lebih maju lagi. Kampung Penggilingan bisa lebih maju lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian Cagar Budaya Batu Penggilingan dan pengembangan Kampung Penggilingan harus berjalan beriringan sehingga kawasan tersebut memiliki nilai sejarah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Syahroni: Festival Harus Berdampak pada Masyarakat

Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B Fraksi PAN Syahroni mengatakan Festival Batu Penggilingan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Setiap tahun, pihaknya berupaya menghadirkan kegiatan berbeda dengan tujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia mencontohkan lomba penataan lingkungan dan lomba baris-berbaris PPSU yang menurutnya bertujuan meningkatkan disiplin, kekompakan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Sebagaimana telah disampaikan, saya selalu membuat sesuatu yang beda, tetapi dampaknya adalah sebuah perbaikan,” kata Syahroni.

Selain itu, tahun ini masyarakat juga dilibatkan dalam kegiatan pemilahan sampah dari sumbernya. Kegiatan tersebut melibatkan 17 RT dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Syahroni juga menyoroti pengembangan UMKM di kawasan Penggilingan. Menurutnya, kegiatan ekonomi masyarakat perlu terus didorong agar festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga membuka peluang pendapatan bagi warga.

Ia menyebut terdapat puluhan pelaku UMKM yang telah berjualan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

“UMKM sudah tiga bulan hadir jualan di sini dan mereka senang karena dengan kegiatan ini mereka mendapatkan penjualan dan bisa memperoleh penghasilan,” ujarnya.

Syahroni juga menyampaikan rencana untuk memperluas pemberdayaan UMKM, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha di sekitar kawasan untuk terlibat dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut dia, potensi petani sayuran di wilayah Cakung juga dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan pelaku usaha sehingga produk pertanian lokal dapat terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pelestarian Batu Penggilingan Jadi Pesan Utama

Syahroni menegaskan bahwa pelestarian Cagar Budaya Batu Penggilingan menjadi alasan utama festival tersebut terus digelar.

“Batu Penggilingan harus terus dilestarikan. Makanya ada Festival Batu Penggilingan. Ini peninggalan sejarah yang tidak boleh dilupakan,” ujarnya.

Ia berharap gerakan pelestarian tersebut dapat diteruskan oleh masyarakat, termasuk generasi berikutnya, sehingga keberadaan situs sejarah tersebut tetap terjaga meskipun dirinya kelak tidak lagi menjadi anggota legislatif.

Panitia: Kenalkan Sejarah Batu Penggilingan kepada Generasi Muda

Ketua Panitia Festival Batu Penggilingan IV, Ustaz Muhammad Sehu, M.Pd., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan lomba keterampilan baris-berbaris antar-PPSU yang menurutnya menunjukkan semangat dan kedisiplinan para peserta.

“PPPSU yang selama ini kita lihat bukan berarti tidak disiplin. Ternyata mereka sangat kompak, disiplin, dan semangatnya juga tinggi,” kata Muhammad Sehu.

Ia menjelaskan Festival Batu Penggilingan sejak awal memiliki tujuan utama melestarikan budaya dan memperkenalkan sejarah kawasan tersebut kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sejarah sebenarnya dari Batu Penggilingan. Situs tersebut berkaitan dengan proses penggilingan tebu dan produksi gula pada masa lalu.

“Tujuan Festival Batu Penggilingan dari pertama sampai sekarang sebetulnya sama, yaitu melestarikan budaya dan memperkenalkan kepada masyarakat apa itu Batu Penggilingan,” ujarnya.

Muhammad Sehu berharap kegiatan tersebut dapat membuat generasi muda memahami nilai sejarah kawasan Penggilingan sekaligus ikut menjaga keberadaan cagar budaya tersebut.

Dorong Pemilahan Sampah Berkelanjutan

Selain pelestarian budaya, isu lingkungan menjadi salah satu fokus Festival Batu Penggilingan IV. Panitia berharap kegiatan pemilahan sampah dapat terus dilakukan setelah festival berakhir.

“Kita harapkan bisa berkelanjutan, antara sampah plastik dan sampah residu bisa dipisahkan sendiri. Kita ingin bersinergi dengan pemerintah supaya Jakarta ini bersih, khususnya area Cakung dan Penggilingan,” kata Muhammad Sehu.

Ia berharap penataan lingkungan di kawasan Kali Buaran dapat berjalan beriringan dengan program pemilahan sampah sehingga kawasan tersebut semakin bersih dan nyaman.

Festival Batu Penggilingan IV didukung Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Jakarta Entrepreneur, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur, Bank DKI Jakarta, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Perumda Pasar Jaya, Dinas Perhubungan, Dana Paint, TransJakarta, PAM Jaya, Sarana Jaya, Dharma Jaya, Food Station, PAL Jaya, Pembangunan Jaya, serta Info Penggilingan.

Rangkaian kegiatan utama festival berlangsung selama dua hari, 22-23 Agustus 2026, sementara sejumlah perlombaan telah digelar beberapa hari sebelumnya.

 

Panitia berharap Festival Batu Penggilingan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dan berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga menggerakkan UMKM, memperkuat kepedulian lingkungan, serta meningkatkan perekonomian warga Penggilingan dan sekitarnya.

Loading

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *