Berita-24today.co.id || JAKARTA, – Warga Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, kembali mengeluhkan persoalan debu yang beterbangan dan mengotori lingkungan permukiman. Kondisi ini semakin terasa saat musim kemarau ketika jalanan dan kawasan sekitar pelabuhan terlihat berdebu, Kamis (10/9/2026).
Aktivitas bongkar muat di kawasan dermaga PT Karya Citra Nusantara (KCN) Marunda turut menjadi sorotan.Warga menduga aktivitas di kawasan tersebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya paparan debu.
Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengukuran kualitas udara dan pemeriksaan langsung oleh instansi berwenang.
Persoalan debu di Marunda bukan kali pertama terjadi.Aktivitas bongkar muat kargo curah kering, termasuk batu bara dan pasir, berpotensi menghasilkan debu serta partikulat apabila tidak disertai pengendalian yang optimal.
Warga pun mendesak pemerintah segera turun tangan. Dinas Lingkungan Hidup, KSOP Marunda, dan instansi terkait diminta melakukan pengukuran kualitas udara secara terbuka, terutama terhadap parameter PM2.5 dan PM10 di sekitar permukiman warga.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, persoalan debu di Marunda tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pelabuhan, tetapi juga dapat dipengaruhi kendaraan dan sumber emisi lainnya.
“Mohon pihak KCN, jalanannya minimal diaspal supaya rapi. Apalagi musim kemarau seperti ini, debunya tidak tertahan. Pikirkan warga, polusinya terlalu tinggi,” ujar warga.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak berhenti pada keluhan. Pemerintah dan pengelola kawasan pelabuhan diminta mencari sumber pencemaran dan mengambil langkah konkret untuk mengurangi paparan debu.
Jika hasil pengukuran nantinya menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan, warga meminta pemerintah melakukan evaluasi dan penindakan sesuai aturan.
Warga Marunda kini menunggu langkah nyata. Sebab, udara bersih bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi menyangkut kualitas hidup masyarakat.
- Sumber : Tim
- Editor : S Erfan Nurali













