banner 728x250

Sapa Warga di Karangpawitan, H. Aten Munajat Ajak Generasi Muda Kembali Kenal dan Cintai Budaya Sunda

banner 468x60

Berita-24today.co.id || GARUT — Upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya daerah terus didorong Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Aten Munajat.

Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar di Desa Karangsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Minggu (6/9/2026).

Example 300x600

Mengusung tema “Mengikat Silaturahmi, Melestarikan Budaya Sunda”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan terhadap seni dan budaya Sunda, khususnya di kalangan generasi muda.

Kegiatan turut dihadiri Camat Karangpawitan Anas Aolia Malik bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangpawitan, tokoh masyarakat, serta warga Desa Karangsari.

Suasana kegiatan berlangsung dengan nuansa budaya Sunda. Warga yang hadir tidak hanya mengikuti agenda silaturahmi, tetapi juga disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional, salah satunya Wayang Golek.

Wakil Rakyat Harus Tetap Dekat dengan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, H. Aten Munajat menegaskan bahwa kegiatan turun langsung ke tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmennya sebagai wakil rakyat.

Menurutnya, seorang anggota legislatif tidak seharusnya hanya hadir ketika membutuhkan dukungan politik. Setelah memperoleh amanah dari masyarakat, kedekatan dan komunikasi dengan warga justru harus terus dijaga.

«“Saya sudah terbiasa berbaur dengan masyarakat. Saya ini cuma lima tahun, setelah itu kita akan kembali lagi ke masyarakat seperti biasa. Jadi jangan mentang-mentang sudah menjadi anggota DPRD kemudian menjauh dari masyarakat,” ujar H. Aten Munajat.»

Ia menilai kegiatan Sapa Warga menjadi kesempatan penting bagi dirinya untuk mendengar secara langsung aspirasi masyarakat, sekaligus mengetahui berbagai persoalan dan kondisi yang terjadi di lapangan.

“Dengan turun langsung seperti ini, kita bisa mendengar apa yang menjadi harapan masyarakat. Kita juga bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi masyarakat,” katanya.

Budaya Sunda Dinilai Bagian dari Jati Diri Generasi Muda

Selain menyerap aspirasi, H. Aten Munajat memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan seni dan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup membuat generasi muda semakin banyak berinteraksi dengan budaya dari luar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi upaya menjaga eksistensi budaya lokal.

Ia menilai generasi muda harus mendapatkan ruang dan kesempatan untuk mengenal seni serta tradisi daerah sejak dini.

“Anak-anak sekarang banyak yang tidak mengenal budaya kita. Makanya program pemerintah Jawa Barat harus terus ditumbuhkembangkan. Karena jati diri dan karakter masyarakat itu tentang budaya,” ungkapnya.

H. Aten Munajat juga menyampaikan bahwa DPRD Provinsi Jawa Barat saat ini memiliki Panitia Khusus (Pansus) Budaya, yang diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang semakin kuat dalam mendukung pelestarian kebudayaan daerah.

“Mudah-mudahan ini mengembalikan lagi masyarakat cinta terhadap budaya yang ada di Jawa Barat. Salah satunya seperti ini, saya turun ke lapangan, menyapa warga. Kita bisa lihat sendiri kecintaan masyarakat terhadap seni budaya yang ada di Jawa Barat,” ujarnya.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Diperlukan keterlibatan pemerintah, masyarakat, pelaku seni, lembaga pendidikan, hingga generasi muda agar budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan Budaya Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

H. Aten Munajat juga melihat kegiatan berbasis budaya memiliki dampak yang lebih luas, termasuk terhadap sektor perekonomian masyarakat.

Menurutnya, ketika kegiatan masyarakat digelar dan menghadirkan banyak warga, para pelaku usaha mikro, pedagang kecil, maupun pelaku UMKM dapat ikut memperoleh manfaat.

“Kalau kita mengadakan acara seperti ini, kan membangkitkan pedagang-pedagang kecil. Efek dominonya ada, korelasi pasti ada,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan budaya ke depan tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

H. Aten Munajat berharap kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah di Jawa Barat.

Ia menilai pendekatan budaya merupakan salah satu cara efektif untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas daerah.

“Mudah-mudahan acara seperti ini bisa terus dilakukan dan membangkitkan bagaimana masyarakat mencintai budaya kita,” pungkasnya (Rus)

Loading

banner 325x300
Penulis: Rus86
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *