Berita24today.co.id || GARUT – Memperingati Hari Lahir Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang jatuh pada 6 Juni, Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menggelar aksi kemanusiaan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati area Gedung DPRD Garut untuk mengikuti kegiatan yang terselenggara atas kerja sama dengan PMI Kabupaten Garut dan Puskesmas Haurpanggung. Peserta yang hadir berasal dari unsur mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, hingga warga umum yang antusias berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Yudha Puja Turnawan menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Bung Karno tidak seharusnya hanya diisi dengan kegiatan seremonial semata. Menurutnya, nilai perjuangan yang diwariskan Sang Proklamator harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Alhamdulillah saya mendapatkan izin dari Ketua DPRD dan Pak Sekwan untuk menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Gedung DPRD Garut. Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno dan peringatan Hari Lahir Pancasila,” ujar Yudha.
Ia menjelaskan, pemilihan Gedung DPRD sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagai rumah rakyat, DPRD harus mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya melalui fungsi legislasi dan pengawasan, tetapi juga lewat kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Menurut Yudha, donor darah merupakan implementasi nyata dari semangat gotong royong yang menjadi inti ajaran Bung Karno. Ia mengingatkan bahwa ketika menyampaikan pidato lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyebut gotong royong sebagai sari pati dari seluruh nilai Pancasila.
“Donor darah adalah bentuk gotong royong di era modern. Kita membantu sesama tanpa melihat suku, agama, ataupun latar belakang. Darah yang kita sumbangkan dapat menjadi penyelamat bagi mereka yang sedang membutuhkan,” katanya.
Lebih lanjut, Yudha mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Garut masih cukup tinggi. Banyak pasien yang membutuhkan transfusi darah secara rutin, mulai dari korban kecelakaan, pasien operasi, ibu melahirkan dengan komplikasi, hingga penderita talasemia yang harus menjalani transfusi sepanjang hidupnya.
Karena itu, ia berharap kegiatan donor darah dapat menjadi budaya sosial yang tumbuh dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Menurutnya, kesadaran untuk berbagi melalui donor darah harus terus ditumbuhkan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Antusiasme peserta terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Menariknya, sejumlah mahasiswa dari Universitas Garut dan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut tercatat sebagai pendonor pemula yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Tadi ada mahasiswa Universitas Garut dan mahasiswa IPI yang menjadi pendonor pemula. Ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Mudah-mudahan mereka dapat menjadi pendonor rutin ke depannya,” ungkap Yudha.
Ia menilai keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan donor darah. Selain membantu memenuhi kebutuhan stok darah saat ini, generasi muda juga menjadi penggerak lahirnya budaya donor darah yang berkesinambungan di masa mendatang.
Untuk memberikan apresiasi kepada para peserta, panitia menyediakan berbagai hadiah doorprize seperti mesin cuci, kompor gas, rice cooker, dispenser, dan berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya. Meski demikian, Yudha menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan bukan mengejar jumlah peserta atau kantong darah yang terkumpul, melainkan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbagi dan menolong sesama.
“Kami tidak memasang target khusus. Yang paling utama adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela. Alhamdulillah meskipun dilaksanakan pada hari libur, respons masyarakat sangat baik,” tuturnya.
Yudha berharap peringatan Hari Lahir Bung Karno dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Persoalan yang dihadapi masyarakat harus diselesaikan secara bersama-sama. Semangat gotong royong harus terus hidup. Salah satu bentuknya adalah melalui aksi kemanusiaan seperti donor darah yang manfaatnya sangat besar bagi sesama,” tegasnya.
Mengusung tema “Donor Darah, Berbagi Kehidupan”, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa ajaran dan nilai perjuangan Bung Karno tetap relevan hingga saat ini. Melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, semangat kemanusiaan, persatuan, dan gotong royong terus dihidupkan di tengah masyarakat Kabupaten Garut.(***)












