Berita-24today.co.id || GARUT – Sebanyak 14 santri Al Masduqi International Islamic Boarding School (IIBS) secara resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, pada Sabtu (17/10/2026). Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi para santri dalam melanjutkan perjalanan menuntut ilmu di salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di dunia.
Pelepasan tersebut secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Arsyad Hidayat, Lc., M.A. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi keilmuan agama dan wawasan internasional.
Acara pelepasan turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, H. Hamzah Rukmana, M.A.; Pimpinan IIBS Al Masduqi, H. Arif, S.H.I.; Kasubbag Tata Usaha (TU); Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad); para santri yang akan berangkat ke Mesir; serta orang tua santri.
Kehadiran jajaran Kementerian Agama, pimpinan lembaga pendidikan, dan keluarga santri menambah makna tersendiri dalam prosesi tersebut. Dukungan dan doa dari berbagai pihak diharapkan menjadi bekal bagi para santri dalam menempuh pendidikan di luar negeri.
Sementara itu, pembacaan doa dalam acara pelepasan dipimpin oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Garut, H. Badrul Munir Gojali, M.Ag. Doa bersama tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk mengiringi keberangkatan para santri agar diberikan kelancaran, keselamatan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu.
Bekal Menuntut Ilmu di Kancah Internasional
Keberangkatan 14 santri Al Masduqi IIBS menuju Universitas Al-Azhar Kairo merupakan langkah penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Selain memperdalam ilmu keislaman, kesempatan belajar di luar negeri diharapkan dapat memperluas wawasan, memperkaya pengalaman akademik, serta membentuk karakter santri yang mandiri dan berintegritas.
Universitas Al-Azhar di Kairo dikenal luas sebagai salah satu pusat studi Islam yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan keilmuan Islam. Menempuh pendidikan di lingkungan akademik internasional menjadi kesempatan bagi para santri untuk memperdalam ilmu sekaligus mengenal tradisi keilmuan dari berbagai negara.
Bagi keluarga dan lembaga pendidikan, keberangkatan ini juga menjadi momen kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Para santri diharapkan mampu menjaga nama baik keluarga, almamater, dan Indonesia selama menjalani pendidikan di Mesir.
Melalui pelepasan tersebut, Al Masduqi IIBS Garut diharapkan terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi santri yang berwawasan luas, memiliki kedalaman ilmu agama, serta mampu mengambil peran dalam kehidupan masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
Keberangkatan 14 santri ini menjadi awal dari perjalanan baru untuk menuntut ilmu, memperkuat kapasitas diri, dan mempersiapkan masa depan sebagai generasi penerus yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara. (Rus)













