Berita-24today.co.id||SURAKARTA– Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Provinsi Jawa Tengah sukses menggelar Festival Dalang Anak Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari ini digelar di Pendopo Ageng Gendhon Humardani, Taman Budaya Jawa Tengah – Solo (TBJT), pada Rabu (23/9/2026).
Festival tahun ini diikuti oleh 15 dalang anak berprestasi yang terbagi dalam dua kategori, yakni tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kualitas penampilan mereka di atas panggung tidak perlu diragukan lagi. Berbagai teknik pedalangan yang rumit, mulai dari *suluk*, *antawacana*, hingga pengaturan *gongan*, mampu dibawakan dengan sangat terampil dan memukau.
Hal ini menjadi wajar mengingat ke-15 dalang cilik tersebut bukanlah pemula. Mereka merupakan juara dan hasil seleksi ketat dari tingkat kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah yang telah melalui proses pembinaan intensif.
′

Kepala Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival ini memiliki tujuan yang sangat strategis. “Kegiatan ini bertujuan agar seni pedalangan tetap berlanjut dan tidak tergerus oleh arus zaman. Selain itu, ini adalah wadah ekspresi seni bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan kecintaan mereka terhadap wayang,” ungkapnya di sela-sela acara.
Puncak acara pada malam hari menjadi momen yang paling dinantikan oleh ratusan penonton yang memadati Pendopo Ageng. Festival ditutup dengan penampilan dari dalang anak yang secara apik membawakan lakon klasik **”Lahirnya Wisanggeni”**.
Lakon yang sarat akan makna kepahlawanan, kesetiaan, dan tragedi ini berhasil diterjemahkan dengan luar biasa oleh jemari-jemari kecil para dalang cilik. Gemuruh tepuk tangan dari para pengunjung menjadi bukti apresiasi tinggi terhadap regenerasi pedalangan di Jawa Tengah.
Melalui gelaran Festival Dalang Anak 2026 ini, diharapkan akan terus lahir dalang-dalang muda yang siap melestarikan warisan budaya takbenda dunia asal Indonesia ini, sekaligus membuktikan bahwa seni tradisi tetap memiliki tempat istimewa di hati generasi penerus bangsa.***













