Berita-24today.co.id || GARUT — Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dinilai tidak boleh menunggu sampai seseorang menjadi korban. Edukasi, pengawasan, kepedulian dan keberanian untuk mengambil langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini, dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNN Garut AKBP Hery Sudrajat, S.H., saat ditemui di Kantor BNN Kabupaten Garut, Jumat (4/9/2026). Ia menegaskan bahwa ancaman narkoba merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian seluruh elemen masyarakat.
“Jangan tunggu ada korban baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai sejak dini, dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Kita harus berani mengenali bahayanya, berani menolak dan berani peduli terhadap generasi kita,” tegas Hery.
Menurut Hery, persoalan narkoba tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum. Lebih dari itu, penyalahgunaan narkotika menyangkut masa depan generasi muda, ketahanan keluarga dan kualitas kehidupan sosial masyarakat.
Ketika seorang anak atau remaja mulai terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Keluarga dapat mengalami beban sosial maupun psikologis, sementara lingkungan sekitar juga berpotensi terkena dampak dari persoalan tersebut.
Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan sosialisasi yang bersifat sesaat.
Masyarakat perlu dibekali pengetahuan mengenai bahaya narkoba, mengenali potensi penyalahgunaan sejak dini serta mengetahui bagaimana mengambil langkah yang tepat apabila menemukan indikasi persoalan narkoba di lingkungan masing-masing.
“Pemberantasan penting, tetapi jangan lupakan pencegahan. Kalau kita bisa mencegah satu anak saja agar tidak mengenal narkoba, berarti kita sudah menyelamatkan satu masa depan,” ujarnya.
Hery juga mengingatkan para orang tua agar membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Pengawasan terhadap pergaulan anak perlu dibarengi dengan pendekatan yang baik sehingga anak tidak merasa takut untuk bercerita ketika menghadapi persoalan.
Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah anak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Sekolah dan lingkungan masyarakat kemudian menjadi lapisan perlindungan berikutnya.
Ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap ancaman narkoba. Kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dengan keberanian untuk melaporkan dan mengambil langkah yang tepat apabila terdapat indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Ini bukan tugas satu lembaga. Ini tugas kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, keluarga kita dan lingkungan kita. Jangan sampai generasi yang seharusnya menjadi penerus bangsa justru kehilangan masa depannya karena narkoba,” pungkasnya.
PANI Garut: Pencegahan Harus Diikuti Pengawalan
Sementara itu, DPP Humas PANI Garut Rusmana menilai upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi atau penyampaian imbauan kepada masyarakat.
Menurut Rusmana, sosialisasi memang penting sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, edukasi tersebut perlu dilanjutkan dengan pendampingan, pengawasan dan pengawalan secara berkelanjutan agar pesan pencegahan benar-benar diterapkan di lapangan.
“Pencegahan narkoba itu tidak cukup hanya melakukan sosialisasi. Setelah masyarakat diberikan edukasi, harus ada tindak lanjut, turun langsung ke lapangan dan mengawal lebih lanjut. Jangan sampai sosialisasi selesai, kemudian persoalannya kembali dibiarkan,” kata Rusmana.
Ia menilai sinergi antara BNN, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, orang tua dan masyarakat sangat diperlukan.
Menurutnya, pencegahan harus menyentuh lingkungan yang paling dekat dengan generasi muda. Sekolah, tempat tinggal, ruang publik dan lingkungan pergaulan harus menjadi bagian dari perhatian bersama.
“Yang kita jaga bukan hanya anak-anak hari ini, tetapi masa depan mereka. Jangan menunggu ada korban baru semua pihak bergerak. Kalau sejak awal kita menemukan potensi persoalan, harus segera dikawal dan dicarikan solusi,” ujarnya.
Rusmana menambahkan, masyarakat juga perlu diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam gerakan pencegahan narkoba. Kepedulian masyarakat, menurutnya, dapat menjadi kekuatan penting dalam mendeteksi persoalan sejak dini.
Ia berharap semangat pencegahan narkoba dapat menjadi gerakan bersama di Kabupaten Garut, bukan hanya menjadi program satu instansi atau organisasi tertentu.
“Perang melawan narkoba membutuhkan konsistensi. Sosialisasi harus berjalan, pengawasan harus dilakukan dan ketika ada persoalan harus dikawal sampai ada langkah penyelesaian. Jangan berhenti pada slogan,” tegasnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak dan generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan keluarga serta masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
STOP NARKOBA — CEGAH SEJAK DINI — SELAMATKAN GENERASI. (Rus)









