Berita-24today.co.id || GARUT — Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-8 tingkat Kabupaten Garut yang digelar di Lapang Sepak Bola Cikandang, Kecamatan Cikajang, Sabtu (22/8/2026).
Pembukaan Porsadin ke-8 berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat. Turut hadir Anggota DPR RI Oleh Soleh, Anggota DPRD Garut Dindin Mauludin, Asisten Daerah (Asda) I, para camat se-Kabupaten Garut, kepala desa, guru Madrasah Diniyah, ribuan peserta Porsadin, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Aris Munandar menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Porsadin. Menurutnya, keberadaan Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya dari sisi pendidikan agama, akhlak, mental, dan karakter generasi muda.
“Pada dasarnya ini menjadi modal utama untuk menunjang pendidikan formal di Kabupaten Garut. Saya selaku bagian dari pemerintah daerah ingin selalu mengingatkan, mari kita bersama-sama memberikan nasihat dan semangat agar pendidikan formal terus ditunjang dengan pendidikan keagamaan,” ujar Aris.
Ia menilai pendidikan Madrasah Diniyah tidak seharusnya dipandang sebagai pendidikan pelengkap semata. Justru, pendidikan keagamaan dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik dengan akhlak dan nilai-nilai moral.
Aris juga menyoroti kondisi pendidikan di Kabupaten Garut yang menurutnya masih membutuhkan perhatian bersama. Ia menyebut rata-rata tingkat pendidikan masyarakat Garut masih berada di jenjang SMP.
“Rata-rata pendidikan di Kabupaten Garut ini baru tingkat SMP. Makanya, IPM Kabupaten Garut masih berada di tiga terbawah se-Jawa Barat. Ini menjadi tugas kita bersama,” tegasnya.
Menurut Aris, kondisi tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan dan para guru Madrasah Diniyah.
Dalam konteks itu, Porsadin dinilai bukan sekadar ajang perlombaan olahraga dan seni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menggali potensi peserta didik, membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda.
“Forum Diniyah ini juga mempersamai Pemerintah Kabupaten Garut, selalu menunjang dan memberikan generasi-generasi ke depan supaya siap secara akhlak, mental, dan keagamaan. Itu yang akan menjadi pondasi bagi generasi ke depan,” ungkapnya.
Aris berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan formal, Madrasah Diniyah, guru, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya mengejar angka kelulusan maupun capaian akademik, tetapi juga harus memastikan lahirnya generasi yang memiliki karakter kuat dan nilai moral yang baik.
Porsadin ke-8 tingkat Kabupaten Garut pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi Madrasah Diniyah sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang olahraga, seni, dan keagamaan.
Dengan semangat tersebut, penyelenggaraan Porsadin diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan kompetisi, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Garut yang unggul, berkarakter, berakhlak, serta memiliki fondasi keagamaan yang kuat.(Rus)













