banner 728x250

22 Gerobak Sampah dari PAM JAYA Disalurkan ke Pondok Kopi, Dorong Sistem Baru Pengelolaan Lingkungan

banner 468x60

Berita-24today.co.id || Jakarta Timur — Upaya memperbaiki tata kelola kebersihan lingkungan di Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, mendapat dorongan nyata. Sebanyak 22 unit gerobak sampah disalurkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAM JAYA kepada warga, Senin (20/4/2026).

Bantuan ini merupakan hasil usulan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pondok Kopi, yang selama ini aktif mendorong peningkatan fasilitas kebersihan di lingkungan masyarakat.

Example 300x600

Penyerahan bantuan dilakukan oleh perwakilan PAM JAYA, Hilman dan Raditya Nugi, dan diterima langsung oleh Lurah Pondok Kopi, Sandy Adamsyah, SE., bersama Ketua LMK Pondok Kopi, Ega Arimurti, disaksikan para ketua RW dan anggota LMK dari RW 01 hingga RW 011.

Sandy Adamsyah menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia menilai bantuan gerobak sampah akan berdampak langsung pada efektivitas pengelolaan sampah di tingkat warga.

“Terima kasih kepada PAM JAYA atas bantuan ini. Kami berharap gerobak ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat dan mendukung kebersihan lingkungan di Pondok Kopi,” ujarnya.

Seluruh gerobak rencananya akan didistribusikan ke setiap RW. Selain itu, pihak kelurahan juga akan menggencarkan edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga guna mempermudah proses pengangkutan oleh petugas.

Tak hanya penambahan fasilitas, perubahan sistem pengelolaan sampah juga tengah diterapkan. TPS Rawadas kini resmi ditutup, dan warga diarahkan membuang sampah ke TPS Rawa Jaya yang berada di RW 04.

Sementara itu, di wilayah RW 03 diterapkan sistem pengangkutan langsung dari gerobak ke truk kompaktor tanpa melalui TPS. Skema ini dinilai lebih efisien dan mampu mencegah penumpukan sampah di lingkungan.

“Dengan sistem ini, tidak ada lagi sampah yang tertinggal atau menumpuk,” tegas Sandy.

Ketua LMK Pondok Kopi, Ega Arimurti, menambahkan pihaknya akan terus mengawal pembenahan sistem pengelolaan sampah, termasuk mendorong pembentukan bank sampah di setiap RW.

Menurutnya, keberadaan bank sampah bukan hanya mengurangi beban TPS, tetapi juga membuka peluang nilai ekonomi bagi masyarakat dari hasil pemilahan sampah.

“Ini bukan sekadar soal kebersihan, tapi juga pemberdayaan warga. Sampah bisa punya nilai jika dikelola dengan baik,” kata Ega.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Pondok Kopi kini menatap sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, efisien, dan berkelanjutan.

Sumber : Rilis Cang Nur

Editor : S Erfan Nurali

Loading

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *