Berita-24today.co.id|| JAKARTA — Di tengah dinamika pembangunan nasional serta semakin kuatnya peran generasi muda dalam berbagai sektor kehidupan, sebuah wadah gerakan bernama Loyalis Gibran Indonesia (LoG-In) hadir dengan semangat membangun kolaborasi dan menghadirkan kerja-kerja nyata bagi masyarakat.
LoG-In tidak hanya diposisikan sebagai wadah dukungan politik, tetapi diarahkan menjadi simpul kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi dan keahlian lintas sektor, mulai dari pemberdayaan masyarakat, komunikasi dan media, teknologi digital, hingga pengorganisasian gerakan.
Gerakan ini diinisiasi oleh empat figur dengan latar belakang dan kompetensi yang saling melengkapi, yakni Asdin Satria, Maul Gani, Ali Ma’aruf, S.T., dan Lukman Kusdinar.
Asdin Satria, yang selama ini aktif dalam bidang community development atau pemberdayaan masyarakat, membawa perspektif penguatan masyarakat di tingkat akar rumput. Fokusnya diarahkan pada upaya mendorong kemandirian warga serta membangun partisipasi masyarakat dalam berbagai program sosial.
Sementara itu, Maul Gani, yang dikenal sebagai aktivis media dan komunikasi, mengambil peran dalam membangun narasi publik, memperkuat literasi digital, serta menjembatani berbagai gagasan gerakan agar dapat dikomunikasikan secara efektif kepada masyarakat luas.
Dari sisi kreativitas dan teknologi, Ali Ma’aruf, S.T., seorang desainer 3D dan 3D artist, menghadirkan pendekatan visual dan digital yang kreatif. Keahliannya diharapkan dapat memperkuat identitas komunikasi LoG-In sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam berbagai aktivitas gerakan.
Adapun Lukman Kusdinar, sebagai aktivis pergerakan, membawa pengalaman dalam pengorganisasian, advokasi, serta konsolidasi gerakan. Perannya menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi gagasan dan membangun jaringan gerakan secara terukur.
Asdin Satria, mewakili para inisiator, mengatakan bahwa nama LoG-In memiliki makna tersendiri. Menurutnya, istilah “Log In” menggambarkan semangat untuk masuk, hadir, dan terlibat langsung dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“LoG-In hadir bukan hanya untuk sekadar berkumpul, tetapi untuk ‘Log In’, atau masuk dan terlibat langsung dalam proses pemberdayaan, inovasi digital, serta pendampingan masyarakat secara inklusif,” ujar Asdin.
Dengan komposisi para pendiri yang memadukan kekuatan lapangan, komunikasi media, kreativitas visual, teknologi digital, dan konsolidasi gerakan, LoG-In menegaskan komitmennya untuk membangun gerakan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ke depan, LoG-In diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat dalam kegiatan sosial, pemberdayaan, inovasi, literasi digital, serta berbagai program yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran LoG-In sekaligus menjadi bagian dari upaya mengawal arah baru gerakan sosio-kreatif nasional dengan mengedepankan kolaborasi, kreativitas, partisipasi masyarakat, dan kerja nyata sebagai fondasi utama gerakan. (Rus)













