banner 728x250

“Pasawahan ke Final, Soroti Keputusan Wasit dan Padatnya Jadwal Liga Desa”

banner 468x60

Berita-24today.co.id || GARUT — Perjuangan tim bola voli putri Desa Pasawahan akhirnya berbuah manis. Pasawahan berhasil memastikan satu tempat di partai puncak Liga Desa Voli Indoor Piala Bupati Garut 2026 setelah menumbangkan tim putri Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, dalam laga semifinal yang berlangsung Senin (7/9/2026).

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Pasawahan untuk menatap laga final. Pada pertandingan puncak yang dijadwalkan berlangsung Selasa (8/9/2026), Pasawahan akan berhadapan dengan tim putri Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan.

Example 300x600

Sukawargi sendiri berhasil melaju ke final setelah mengalahkan tim putri Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi. Duel Pasawahan kontra Sukawargi pun diprediksi menjadi pertandingan sengit untuk menentukan tim terbaik pada gelaran Liga Desa Voli Indoor Piala Bupati Garut tahun ini.

Meski berhasil mengamankan kemenangan di semifinal, kubu Pasawahan tidak menutup mata terhadap sejumlah catatan selama pertandingan. Official Desa Pasawahan, Iyus, menilai secara umum pertandingan berlangsung kondusif. Namun, ia menyampaikan masukan kepada panitia terkait sejumlah keputusan perangkat pertandingan.

“Ya kalau itu cukup kondusif, cuma ada satu dua dari keputusan wasit yang saya kurang setujui. Antara bola awut, bola nenep, itu tidak terlalu diperhatikan. Tolong diperhatikan buat panitia, wasit-wasitnya,” ujar Iyus saat dikonfirmasi awak media seusai pertandingan, Senin (7/9/2026).

Menurut Iyus, pertandingan semifinal berlangsung dengan tensi tinggi sehingga setiap keputusan wasit menjadi bagian penting dalam jalannya pertandingan. Ia berharap perangkat pertandingan dapat lebih cermat dalam mengambil keputusan agar tidak menimbulkan persepsi yang merugikan salah satu tim.

“Jangan merugikan satu pihak. Kita kan sudah berjuang dari pertama, pengen juara. Kalau bisa diperbaiki, ya mohon diperbaiki. Perbaikan wasit itu cuma masukan buat panitia,” katanya.

Soroti Padatnya Jadwal Pertandingan

Selain persoalan perangkat pertandingan, Iyus turut menyoroti jadwal yang harus dijalani tim Pasawahan. Menurutnya, jarak pertandingan yang cukup berdekatan menjadi tantangan bagi para pemain, terutama dalam menjaga kondisi fisik dan pemulihan sebelum kembali bertanding.

“Kita dekat mainnya dari jam pertama terus. Memang kita dekat, cuma kita juga pengen main jam kedua atau ketiga,” ungkapnya.

Ia mengatakan persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada panitia. Bahkan, head coach tim Pasawahan disebut telah melakukan komunikasi secara langsung terkait jadwal pertandingan.

“Sudah ada komunikasi. Head coach saya sudah komunikasi,” ujarnya.

Namun, menurut Iyus, komunikasi tersebut belum memperoleh respons sesuai harapan pihaknya.

“Tanggapannya tidak digubris,” katanya.

Kendati demikian, berbagai catatan tersebut tidak mengurangi rasa syukur dan semangat tim Pasawahan setelah berhasil melangkah ke partai final. Kini fokus utama tim adalah menjaga kondisi pemain agar siap menghadapi pertandingan penentu.

Pesan untuk Pemain: Jangan Terlena

Menghadapi laga final, Iyus meminta seluruh pemain tidak terlena dengan keberhasilan menembus partai puncak. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik, mental, pola makan, serta waktu istirahat.

“Saya kasih saran saja buat anak-anak, semangat terus, istirahat yang cukup, makan yang bergizi, dan saweran yang banyak,” ujarnya sambil bergurau.

Ia juga berharap dukungan masyarakat terhadap tim Pasawahan semakin besar. Menurutnya, dukungan tersebut dapat menjadi tambahan motivasi bagi para pemain ketika menjalani pertandingan final.

“Kepada pihak-pihak yang terkait dengan Tarogong Kaler, mohon dukung semuanya. Kalau lebih didukung lagi, kan lebih semangat,” tuturnya.

Iyus menyebut dukungan terhadap tim Pasawahan selama perjalanan kompetisi sudah dirasakan. Namun, ia berharap dukungan tersebut semakin diperkuat, termasuk dari para stakeholder dan perusahaan yang berada di wilayah Tarogong Kaler.

Menurutnya, keberadaan perusahaan dan berbagai stakeholder di daerah dapat menjadi potensi besar dalam mendorong perkembangan olahraga sekaligus pembinaan atlet-atlet berprestasi dari tingkat desa.

Aturan Pertandingan Sudah Dibahas

Terkait persoalan teknis pertandingan, Iyus menjelaskan bahwa berbagai aturan sebenarnya telah dibahas dalam technical meeting sebelum kompetisi berlangsung.

“Di technical meeting sudah dibahas itu. Sebenarnya sudah dibahas, cuma segelintir peserta kurang mengetahui. Saya mengetahui, cuma ada yang lupa atau mungkin tidak terbahas benar-benar,” jelasnya.

Menurutnya, technical meeting menjadi bagian penting untuk menyamakan pemahaman seluruh peserta mengenai tata cara permainan maupun tata tertib selama kompetisi.

Kini, seluruh perhatian tim Pasawahan tertuju pada laga final melawan Sukawargi.

Pertandingan tersebut bukan sekadar perebutan kemenangan, tetapi menjadi puncak dari perjalanan panjang kedua tim selama mengikuti Liga Desa Voli Indoor Piala Bupati Garut 2026.

Pasawahan tinggal selangkah lagi untuk mengukir prestasi. Setelah melewati babak demi babak hingga berhasil menumbangkan Sukatani di semifinal, kini mereka harus menghadapi tantangan terakhir: Sukawargi di partai grand final.

Akankah Pasawahan mampu membawa pulang trofi dan menobatkan diri sebagai juara Liga Desa Voli Indoor Piala Bupati Garut 2026? Jawabannya akan ditentukan dalam laga final, Selasa (8/9/2026). (Rus)

Loading

banner 325x300
Penulis: Rus86
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *