Berita24today.co.id || Garut – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Iden Sambas, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Gedung LASQI, Kampung Babakan, Desa Sukakarya, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusiasme dengan dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Sukakarya.
Dalam reses kali ini, H. Iden Sambas menghadirkan perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Garut yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), serta turut dihadiri Kepala Desa Sukakarya dan unsur tokoh masyarakat setempat. Kehadiran Dinas Sosial menjadi perhatian utama warga karena banyak masyarakat ingin mendapatkan penjelasan langsung terkait persoalan data desil dan status kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang belakangan banyak dikeluhkan.
Sejak kegiatan dimulai, masyarakat tampak memadati lokasi reses untuk memeriksa status kepesertaan BPJS PBI mereka yang tidak aktif, sekaligus mengecek kategori data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Tidak sedikit warga yang mengaku kecewa lantaran merasa layak menerima bantuan sosial, namun justru tidak tercatat sebagai penerima.
Sebaliknya, terdapat pula warga yang dinilai kondisi ekonominya cukup mampu tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan dan keresahan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, H. Iden Sambas menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan Dinas Sosial agar masyarakat memperoleh penjelasan secara langsung dan transparan mengenai persoalan data bantuan sosial.
“Dinas Sosial kami hadirkan untuk menjelaskan kondisi yang sebenarnya. Tadi juga terbukti ada ketidaksesuaian, di mana yang berhak menerima justru tidak menerima, sedangkan yang tidak berhak malah menerima. Ini terjadi karena adanya tumpang tindih data. Mudah-mudahan penjelasan dari Dinas Sosial menjadi pencerahan bagi masyarakat, sehingga tidak timbul rasa kecewa atau prasangka buruk terhadap RT dan RW,” ujar H. Iden Sambas.
Menurutnya, penjelasan yang disampaikan pihak Dinas Sosial cukup memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme pendataan dan perubahan status kepesertaan BPJS PBI. Banyak warga akhirnya memahami bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan pembaruan data terpadu kesejahteraan sosial yang dilakukan secara bertahap.
Setelah sesi pembahasan mengenai bantuan sosial selesai, kegiatan reses dilanjutkan dengan penyerapan aspirasi masyarakat di berbagai bidang. Warga diberikan kesempatan menyampaikan langsung kebutuhan prioritas di lingkungan masing-masing.
“Setelah pembahasan dengan Dinas Sosial, saya tetap menampung aspirasi masyarakat. Karena tugas utama reses adalah menyerap aspirasi warga untuk kemudian dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), agar dapat diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan,” katanya.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai usulan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pelayanan sosial, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Perwakilan warga dari Kampung Cilengsi menyampaikan usulan pembangunan saluran irigasi yang dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian masyarakat. Selain mendukung kebutuhan pengairan sawah, saluran irigasi tersebut juga diharapkan mampu mengurangi genangan air yang kerap mengganggu lingkungan dan lahan pertanian saat musim hujan.
Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan di Kampung Cilengsi. Kondisi jalan yang rusak dan belum memadai dinilai menghambat mobilitas warga, terutama saat musim penghujan ketika jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan.
Masyarakat berharap pembangunan jalan dapat direalisasikan melalui program betonisasi maupun pengaspalan agar aktivitas ekonomi dan akses masyarakat menjadi lebih lancar.
Tidak hanya sektor infrastruktur, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan terhadap usaha kecil dan kelompok usaha bersama. Program pemberdayaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, H. Iden Sambas menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan agar dapat masuk ke dalam program pembangunan pemerintah daerah sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran.
“Reses ini merupakan kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami bawa dan perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga di daerah pemilihannya.
Menutup kegiatan reses, H. Iden Sambas menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) I. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat aspirasi masyarakat yang belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat. Mohon maaf atas segala keterbatasan kami, terutama karena tidak semua aspirasi dapat langsung terealisasi. Namun saya berkomitmen, sesuai sumpah jabatan, untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa reses kali ini menjadi salah satu kegiatan dengan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi. Berdasarkan daftar hadir panitia, tercatat sebanyak 482 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, reses kali ini sangat berbeda. Antusiasme masyarakat luar biasa, hampir 500 orang hadir. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus bekerja dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan reses berlangsung hangat, penuh keakraban, dan dialog terbuka antara masyarakat dengan wakil rakyatnya. Warga berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan demi mendukung kemajuan Desa Sukakarya, khususnya Kampung Cilengsi, Kecamatan Banyuresmi.(Rus)













