Berita-24today.co.id || GARUT Peringatan Dies Natalis ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menjadi momentum refleksi ideologis sekaligus konsolidasi organisasi. Kegiatan bertema “Gotong Royong Wujudkan Pasal 33 UUD 1945” ini digelar selama dua hari di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, mulai Sabtu (04/04/2026), dan dihadiri kader GMNI dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Ketua DPC GMNI Garut, Bung Pandi Irawan, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi Dies Natalis, tetapi juga dirangkaikan dengan Halal Bihalal serta Konsolidasi Pra-Konferda DPD GMNI Jawa Barat. Menurutnya, agenda tersebut penting untuk menghidupkan kembali roda organisasi di tingkat provinsi.
“Dalam kegiatan ini kami melaksanakan konsolidasi Pra-Konferda sebagai upaya mengembalikan eksistensi DPD GMNI Jawa Barat yang hampir dua periode tidak berjalan. Di Garut ini, kami mengundang sekitar 21 hingga 22 cabang GMNI dari kabupaten/kota se-Jawa Barat,” ujarnya kepada awak media.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan juga menghadirkan alumni GMNI, Bung Ilham, yang memberikan pemaparan terkait peran kader dalam menjawab tantangan zaman. Selain itu, kehadiran Bupati Garut dalam pembukaan acara dinilai sebagai bentuk legitimasi bahwa GMNI di daerah masih aktif dan berkontribusi dalam advokasi masyarakat.
Mengangkat tema gotong royong dalam implementasi Pasal 33 UUD 1945, Pandi menegaskan bahwa GMNI ingin terus menanamkan semangat perjuangan ekonomi kerakyatan. Pasal tersebut, kata dia, menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
“Tema ini menjadi relevansi perjuangan kader GMNI untuk terus hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memahami makna efisiensi dalam konteks kebijakan saat ini. Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi semangat kader dalam bergerak dan melakukan kaderisasi di tingkat kampus.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GMNI menegaskan bahwa gerakan gotong royong dalam membangun ekonomi masyarakat sejalan dengan ajaran Soekarno melalui konsep Trisakti, khususnya prinsip berdikari di bidang ekonomi.
“Output dari kegiatan ini diharapkan kader GMNI mampu mendampingi rakyat dalam menciptakan ekonomi kerakyatan, serta hadir bersama kaum Marhaen di wilayah kota maupun kabupaten,” ujarnya.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-72 ini, GMNI diharapkan semakin memperkuat peran strategisnya sebagai organisasi kader yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, keadilan sosial, dan kemandirian ekonomi di tengah masyarakat.
Penulis : Rus
Editor : S Erfan Nurali












