Berita-24today.co.id || Pematangsiantar, Sumatera Utara — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Pematangsiantar meluncurkan program “Sarinah Educate: GMNI Go to School” sebagai upaya mendorong kesadaran pelajar terhadap bahaya perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Program yang digelar pada 2 Oktober 2026 tersebut mengangkat tema “Mengenal Perundungan dan Kekerasan di Lingkungan Sekolah”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kader GMNI, khususnya kader perempuan atau Sarinah, untuk memberikan edukasi kepada pelajar mengenai berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah.
Ketua DPC GMNI Pematangsiantar, Bung Nicolas Gurning, mengatakan institusi pendidikan semestinya menjadi ruang yang aman, inklusif, dan kondusif bagi siswa untuk belajar serta mengembangkan potensi diri.
Namun, menurut dia, praktik kekerasan di lingkungan pendidikan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Bentuknya dapat berupa kekerasan fisik, psikis, verbal hingga kekerasan seksual.
“Pendidikan adalah instrumen utama pembebasan, bukan tempat penindasan dalam bentuk apa pun. Melalui program Sarinah Educate ini, kami ingin membekali para siswa dan generasi muda sebagai calon-calon intelektual bangsa,” ujar Nicolas.
Dikemas Interaktif
DPC GMNI Pematangsiantar tidak hanya mengemas kegiatan dalam bentuk penyampaian materi secara teoritis. Para pelajar juga diajak terlibat melalui sejumlah kegiatan interaktif.
Rangkaian kegiatan antara lain berupa dialog interaktif, sesi berbagi pengalaman mengenai dinamika sosial di lingkungan sekolah, serta simulasi membangun solidaritas antarsiswa.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengenali berbagai bentuk perundungan sekaligus memahami langkah yang dapat dilakukan ketika mereka mengalami atau menyaksikan kekerasan.
GMNI Pematangsiantar juga mendorong siswa agar tidak menjadi bagian dari praktik perundungan, saling menghormati, serta berani menyampaikan atau melaporkan apabila menemukan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.
Dorong Peran Sekolah dan Pemerintah
Selain menyasar pelajar, DPC GMNI Pematangsiantar turut mendorong guru dan pihak sekolah untuk berperan aktif menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan terbuka.
Sekolah diharapkan memberikan perhatian serta melakukan penanganan secara cepat terhadap indikasi kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Sementara kepada pemerintah dan dinas terkait, GMNI Pematangsiantar mendorong penguatan perlindungan terhadap anak, termasuk memastikan tersedianya pendampingan psikologis maupun hukum ketika terjadi kasus kekerasan.
GMNI Pematangsiantar menilai terciptanya sekolah yang aman membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Siswa, guru, sekolah, pemerintah, orang tua, dan masyarakat dinilai memiliki peran masing-masing dalam membangun lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perundungan.
Melalui “Sarinah Educate: GMNI Go to School”, DPC GMNI Pematangsiantar berharap kesadaran mengenai pencegahan perundungan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
- Penulis: Marulitua Sihombing
Editor: S Erfan Nurali













