berita-24today.co.id || GARUT, 28 Juli 2026 – Momentum Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Kepolisian Resor Garut dari “AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P.” kepada “AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H.” menjadi momentum evaluasi bagi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Garut.
Rizki Zidan Sekretaris Cabang PMII Garut pergantian Kapolres tidak boleh berhenti sebagai rotasi jabatan ataupun seremoni kelembagaan. Pergantian kepemimpinan harus menjadi titik balik dalam menjawab berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum yang hingga hari ini masih menjadi keresahan masyarakat Garut.
“Selamat atas Kegagalannya”
Rizki Zidan Sekretaris PC PMII Garut menyampaikan “selamat atas kegagalannya” kepada AKBP Yugi Bayu Hendarto. Pernyataan tersebut merupakan bentuk penilaian kritis PMII Garut terhadap kinerja penegakan hukum selama masa kepemimpinannya yang dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Kabupaten Garut.
Menurut Rizki penilaian PMII Garut, berbagai operasi penegakan hukum yang dilakukan selama ini lebih banyak menyentuh persoalan di permukaan tanpa mampu memutus akar permasalahan. Pergantian Kapolres tidak boleh menjadi mekanisme untuk melupakan evaluasi atas capaian kepemimpinan sebelumnya.
*Peredaran Obat Keras Terbatas Belum Terputus
*Peredaran Tramadol, Hexymer, Trihexyphenidyl dan berbagai obat keras terbatas lainnya masih ditemukan di berbagai wilayah Kabupaten Garut.
Rizki Zidan menilai pola penindakan selama ini masih didominasi penangkapan terhadap penjual tingkat bawah, sementara pemasok utama, distributor besar, dan jaringan yang mengendalikan peredarannya belum berhasil dibongkar secara menyeluruh.
Akibatnya, praktik penjualan melalui warung berkedok toko kelontong, konter telepon seluler maupun berbagai modus lainnya masih terus berlangsung dan dengan mudah dijumpai oleh masyarakat,”tegas Rizki
Begal dan Kejahatan Jalanan Masih Menghantui Warga
Rasa aman masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Aksi pembegalan, geng motor, pencurian dengan kekerasan serta berbagai bentuk kriminalitas jalanan masih menjadi ancaman, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
Rizki menilai penanganan yang dilakukan selama ini masih cenderung bersifat reaktif, yakni bergerak setelah kasus menjadi perhatian publik, bukan melalui strategi pencegahan yang terukur dan berkelanjutan.
Tambang Ilegal Masih Beroperasi
Aktivitas pertambangan tanpa izin di sejumlah wilayah Garut masih terus berlangsung dan menimbulkan kerusakan lingkungan, kerusakan infrastruktur jalan, serta meningkatkan potensi bencana.
Menurut Rizki Zidan Sekretaris PC PMII Garut, penegakan hukum terhadap aktivitas tersebut belum menunjukkan efek jera yang mampu menghentikan praktik pertambangan ilegal secara menyeluruh.
Pungli dan Premanisme Pariwisata Belum Tertib
Sebagai daerah tujuan wisata, Garut masih dihadapkan pada berbagai praktik pungutan liar, parkir liar, serta tindakan premanisme yang merugikan wisatawan maupun masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran negara dalam menjamin rasa aman di kawasan wisata masih perlu diperkuat.
“Tantangan Terbuka untuk Kapolres Garut Yang Baru”
Rizki Zidan, mengucapkan selamat datang kepada AKBP Niko N. Adi Putra dengan satu pesan yang tegas: “ masyarakat Garut tidak membutuhkan pergantian nama pejabat, melainkan perubahan nyata dalam penegakan hukum”
PMII Garut menantang Kapolres baru untuk membuktikan bahwa kepemimpinannya tidak sekadar melanjutkan pola lama.
Empat agenda yang harus menjadi prioritas ialah:
1.Bongkar Bandar dan Distributor Besar Obat Keras Terbatas
Jangan berhenti pada penangkapan pengecer. Bongkar pemasok utama, distributor, pemodal, hingga jaringan yang menopang peredaran obat keras di Kabupaten Garut.
2.Sapu Bersih Begal dan Kejahatan Jalanan
Bangun strategi preventif dan represif secara bersamaan agar masyarakat kembali merasa aman ketika beraktivitas, terutama pada malam hari.
3.Tertibkan Tambang Ilegal Tanpa Tebang Pilih
Penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten terhadap seluruh aktivitas pertambangan ilegal tanpa melihat siapa pelakunya maupun kepentingan yang berada di belakangnya.
4.Bersihkan Pungli dan Premanisme di Kawasan Wisata
Garut tidak boleh dikenal sebagai daerah wisata yang dipenuhi pungutan liar, intimidasi, dan praktik premanisme. Polres Garut harus memastikan seluruh kawasan wisata menjadi ruang publik yang aman dan nyaman.
Rizki Zidan Sekretaris PC PMII Garut menegaskan akan mengawal setiap langkah Kapolres Garut yang baru secara independen dan kritis.
Seratus hari pertama kepemimpinan AKBP Niko N. Adi Putra akan menjadi ukuran awal keseriusan Polres Garut dalam membangun kembali kepercayaan publik.
“Kami mengucapkan selamat atas kegagalannya kepada Kapolres lama karena menurut penilaian kami berbagai persoalan mendasar di Garut belum berhasil diselesaikan. Kepada Kapolres yang baru, kami tidak memberikan karpet merah ataupun cek kosong. Kami memberikan tantangan.
Buktikan bahwa Polres Garut mampu membongkar akar kriminalitas, bukan sekadar menangkap pelaku di lapangan. Jika dalam 100 hari ke depan tidak terlihat perubahan yang signifikan, PMII Garut siap membawa evaluasi ini ke ruang publik sebagai bentuk kontrol sosial terhadap institusi penegak hukum”
Bagi Rizki Zidan, keberhasilan Kapolres yang baru bukan diukur dari banyaknya publikasi kegiatan, melainkan dari menurunnya angka kriminalitas, terputusnya jaringan peredaran obat keras, bersihnya kawasan wisata dari pungli dan premanisme, tertibnya aktivitas pertambangan ilegal, serta pulihnya rasa aman masyarakat Kabupaten Garut.(**)













