Berita-24today.co.id || GARUT – Ketua Pemuda Akhir Zaman, Jajang yang akrab disapa Abah Muda 212, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan proyek pemasangan pipa air bersih di sepanjang jalur Samarang–Garut. Ia menilai pekerjaan tersebut telah menimbulkan dampak serius terhadap kondisi jalan karena banyak bekas galian yang hingga kini belum dipulihkan seperti semula.
Menurut Abah Muda, sebelum proyek berlangsung kondisi ruas jalan relatif baik. Namun setelah dilakukan penggalian untuk pemasangan jaringan pipa air bersih, banyak titik jalan yang berlubang, dan belum mendapatkan perbaikan permanen. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Hampir setiap hari masyarakat mengeluhkan kondisi jalan bekas galian yang belum diperbaiki. Apalagi pada pagi hari saat aktivitas warga menuju tempat kerja dan sekolah sangat padat. Bekas galian ini membuat pengendara harus mengurangi kecepatan, menghindari lubang, bahkan memicu kemacetan,” ujar Abah Muda. (28/7/2026)
Ia mengungkapkan, proyek pemasangan pipa masih terus berjalan di sejumlah titik sepanjang jalur Samarang menuju Garut. Karena itu, ia meminta pihak kontraktor maupun perusahaan pelaksana tidak hanya fokus menyelesaikan pemasangan pipa, tetapi juga segera mengembalikan kondisi badan jalan sesuai standar agar tidak merugikan masyarakat.
Abah Muda menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan publik. Jangan sampai pembangunan yang bertujuan meningkatkan pelayanan air bersih justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat pengguna jalan.
“Kami mendukung pembangunan demi kepentingan masyarakat. Tetapi pelaksana proyek juga harus memiliki tanggung jawab. Jangan tinggalkan bekas galian berhari-hari tanpa perbaikan. Jalan adalah fasilitas umum yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan,” tegasnya.
Ia juga meminta instansi teknis yang menjadi penanggung jawab proyek untuk meningkatkan pengawasan terhadap pekerjaan di lapangan. Menurutnya, setiap titik galian yang telah selesai dipasang pipa seharusnya segera ditutup dan dipulihkan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, kondisi jalan yang rusak juga dikhawatirkan akan semakin parah apabila diguyur hujan. Lubang bekas galian dapat berubah menjadi genangan air yang sulit terlihat oleh pengendara, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Abah Muda berharap pihak perusahaan pelaksana segera mengambil langkah cepat dengan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap seluruh bekas galian yang telah selesai dikerjakan. Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait turun langsung melakukan evaluasi dan memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar teknis.
“Masyarakat tidak menolak pembangunan. Yang kami minta sederhana, setelah selesai memasang pipa, segera perbaiki jalan seperti semula. Jangan biarkan masyarakat yang setiap hari menanggung dampaknya,” pungkas Abah Muda.
- Penulis : Rus
- Editor : S Erfan Nurali













