banner 728x250
Kasus  

Disayangkan! Saat Lurah Bojong Rawalumbu Tinjau Lokasi Kebakaran di Kampung Markan RW 03, Ketua RW Malah Tidak Hadir Tanpa Kabar

banner 468x60

Berita-24today.co.id || BEKASI – Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan, S.AP., meninjau lokasi kebakaran lahan yang berada di Kampung Markan RW 03, Kota Bekasi, pada Senin (19/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Warjan didampingi staf kelurahan dan berdialog dengan sejumlah ketua RT serta tokoh masyarakat setempat.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan pascakebakaran sekaligus membahas rencana penataan lahan kosong yang selama ini menjadi perhatian warga, terutama terkait keberadaan tumpukan sampah.

Example 300x600

Di hadapan warga yang hadir, Warjan menyampaikan rencana pemanfaatan lahan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Nanti akan kita jadikan fasilitas seperti tempat bermain anak, juga sarana lapangan olahraga dan area berkebun, agar ke depan warga mendapatkan hasil dari perkebunan untuk warga,” ujar Warjan.

Ia juga meminta Ketua RT 06, Yudi, bersama para ketua RT lainnya untuk menyusun rencana kerja melalui rapat yang melibatkan masyarakat RW 03. Penanganan sampah, menurutnya, perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur perlindungan masyarakat (Linmas), Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ketua RW 03 Tidak Hadir dalam Peninjauan

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat yang hadir antara lain Darsiwah, Penin, Tumiran, Samin, dan Maning selaku Ketua Forum Warga Kampung Markan. Hadir pula Ketua RT 05 Ajan, Ketua RT 06 Yudi, Ketua RT 07 Masin, dan Ketua RT 08 Boin.

Namun, Ketua RW 03, Heliyana, tidak terlihat hadir dalam kegiatan tersebut. Ketidakhadirannya menjadi perhatian salah seorang tokoh masyarakat yang mengikuti pertemuan.

Menurut narasumber tersebut, Lurah Warjan telah berupaya menghubungi Heliyana melalui telepon seluler, tetapi panggilan tersebut disebut tidak mendapat respons. Pesan melalui WhatsApp juga diklaim belum memperoleh balasan.

“Yang disayangkan, RW 03 Heliyana kenapa tidak hadir. Warjan selaku Lurah Bojong Rawalumbu telah menghubungi lewat telepon seluler berkali-kali, tidak direspons, bahkan WA pun tidak dibalas. Apakah pantas seorang Ibu RW yang dipilih oleh warga tidak hadir?” ujar narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Meski demikian, alasan ketidakhadiran Heliyana belum diketahui. Belum ada keterangan langsung dari yang bersangkutan mengenai ketidakhadirannya maupun upaya komunikasi yang disebut telah dilakukan oleh pihak kelurahan.

Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi Ketua RW 03, Heliyana, agar dapat menyampaikan penjelasan terkait ketidakhadirannya dalam kegiatan tersebut. Konfirmasi ini diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang.

Warga Pertanyakan Pengelolaan Sampah di Sekitar Perusahaan

Selain membahas penataan lahan, persoalan pengelolaan sampah di sekitar lokasi juga menjadi perhatian warga. Salah seorang narasumber turut mempertanyakan kemungkinan adanya koordinasi antara pihak terkait dan PT Mirae Cipta Indah yang berlokasi di Kampung Markan mengenai pengelolaan limbah.

“Untuk PT Mirae Cipta Indah yang berlokasi di Kampung Markan, apakah ada koordinasi terkait limbah? Jurnalis Media Online Info Hukum akan melakukan konfirmasi hak jawab. Ini perlu dipertanyakan,” ujar narasumber tersebut.

Pernyataan itu merupakan pertanyaan dan dugaan yang disampaikan narasumber. Belum terdapat keterangan terverifikasi dalam informasi yang dihimpun mengenai sumber sampah atau limbah di lokasi, tanggung jawab pengelolaannya, maupun keterlibatan perusahaan yang dimaksud.

Karena itu, diperlukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak PT Mirae Cipta Indah serta instansi terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan limbah dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kebakaran.

Diharapkan Ada Tindak Lanjut

Ketua RT 06, Yudi, berharap peninjauan yang dilakukan pihak kelurahan dapat mendorong perbaikan kondisi lingkungan Kampung Markan.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran lurah dapat membantu menjadikan Kampung Markan menjadi yang terbaik,” kata Yudi.

Warga berharap rencana penataan lahan dan penanganan sampah dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antara kelurahan, pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Klarifikasi dari Ketua RW 03 dan PT Mirae Cipta Indah tetap diperlukan agar persoalan ketidakhadiran pengurus lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat.

 

  • Sumber : Tim red
  • Editor : S Erfan Nurali

Loading

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *