banner 728x250

JAWARA Resmi Diluncurkan, Fauka Noor Ajak Pelaku Budaya Betawi Jadi Garda Jaga Warga dan Negara

IMG 20260712 WA0008
banner 468x60

Berita-24today.co.id || JAKARTA – Ratusan jawara, tokoh adat, dan pelaku seni budaya Betawi memadati salah satu auditorium Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026), dalam kegiatan bertajuk JAWARA (Jaga Warga Jaga Negara). Forum ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi para jawara dan pelaku budaya sekaligus memperkuat peran mereka dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi.

Acara yang dihadiri berbagai perguruan silat dan sanggar budaya Betawi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas budaya. Selain menjaga warisan budaya, para jawara juga diharapkan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, memperkuat persatuan masyarakat, serta ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Example 300x600

Penggagas JAWARA, Mayjen TNI (Purn) Fauka Noor, menegaskan bahwa program ini merupakan awal dari pembinaan yang lebih terarah bagi para pelaku budaya, khususnya jawara Betawi.

“Ini adalah awal dari upaya kita melakukan pembinaan kepada para pelaku budaya, khususnya para jawara dan pelaku budaya Betawi, baik dalam pelaksanaan maupun pengawasannya,” ujar Fauka.

Menurut Fauka, pembinaan organisasi kemasyarakatan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pihaknya membangun sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan agar para jawara tidak hanya menjadi penjaga budaya, tetapi juga penjaga warga dan negara.

Ia juga mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya para jawara dilibatkan dalam pengamanan kawasan Istana sebagai bentuk kepercayaan negara kepada komunitas budaya.

“Baru kali ini jawara diminta ikut mengamankan Istana. Saya ingin mengajak para jawara untuk bersama-sama menjaga Istana, menjaga warga, dan menjaga negara,” tegas Fauka.

Lebih lanjut, Fauka menilai para jawara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga wilayahnya masing-masing karena merupakan pemilik wilayah secara kultural. Ke depan, konsep JAWARA juga diharapkan dapat diperluas ke berbagai daerah lain seperti Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, hingga wilayah lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Sadar Budaya, Panca Nur, mengapresiasi terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, JAWARA menjadi ruang baru yang mampu menyatukan berbagai elemen pelaku seni dan budaya Betawi.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan atas digagasnya JAWARA. Semoga seluruh aspirasi yang disampaikan para pelaku budaya tidak hanya dirangkum, tetapi juga ditindaklanjuti secara nyata,” ujar Panca.

Cicit Maestro Silat Beksi almarhum Kong Haji Hasbullah itu juga menegaskan bahwa pelestarian budaya harus bersih dari praktik korupsi. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan dalam membongkar dugaan penyimpangan anggaran kebudayaan yang pernah terjadi di DKI Jakarta.

Menurutnya, perjuangan bersama Jalih Pitoeng melalui FORMASI hingga lahirnya YASBI menjadi momentum penting dalam memperjuangkan hak-hak para pelaku seni budaya Betawi.

“Budaya harus bebas dari korupsi. Gerakan ini menjadi pengingat bahwa budaya Betawi pernah menjadi korban penyimpangan dan harus terus kita jaga agar tidak terulang kembali,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Jalih Pitoeng, yang berhalangan hadir karena agenda lain, menyampaikan dukungan penuh terhadap lahirnya JAWARA. Ia menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial menjelang tahun-tahun politik.

“Acara seperti ini sangat baik karena menjadi momentum menyatukan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga budaya, menjaga warga, sekaligus menjaga keutuhan bangsa,” ujar Jalih kepada JacindoNews.

Jalih juga menyatakan kesiapan FORMASI dan YASBI apabila dilibatkan dalam pengembangan maupun pengawasan program JAWARA, khususnya di sektor kebudayaan.

“Kami mendukung penuh gagasan JAWARA. FORMASI dan YASBI siap berkontribusi dalam pengembangan serta pengawasan agar praktik-praktik yang merugikan pelaku seni dan budaya Betawi tidak pernah terulang kembali,” tegasnya.

Melalui forum JAWARA, para peserta berharap lahir sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, dan komunitas budaya dalam menjaga warisan budaya Betawi sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan persatuan bangsa.

 

  • Penulis : Dalih
  • Editor : S Erfan Nurali

Loading

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *