Berita24today.co.id || Garut – Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-IX sekaligus Wisuda Bersama Santri Diniyah tingkat PAC FKDT Kecamatan Samarang resmi ditutup dengan sukses dan meriah di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Minggu (17/05/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Samarang, para kepala desa, pengurus FKDT, tokoh masyarakat, para guru diniyah, hingga ratusan santri dan wali murid.
Penutupan kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Selain menjadi ajang silaturahmi antar lembaga pendidikan diniyah, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan motivasi belajar para santri di Kecamatan Samarang.
Ketua APDESI Kecamatan Samarang sekaligus Ketua Pelaksana PORSADIN tingkat Kecamatan Samarang, H. Ade Mohamad Sofyan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala desa, Forkopimcam Samarang, panitia pelaksana, para guru diniyah, serta seluruh elemen masyarakat yang ikut berkontribusi demi kelancaran acara PORSADIN dan wisuda santri diniyah tahun ini.
“Alhamdulillah, jumlah santri yang mengikuti wisuda diniyah tahun ini meningkat. Sebanyak 448 santri diniyah dari 42 lembaga diniyah di Kecamatan Samarang hari ini resmi diwisuda,” ujar Ade dalam sambutannya.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta wisuda menjadi bukti bahwa pendidikan diniyah di Kecamatan Samarang terus berkembang dan mendapat perhatian besar dari masyarakat maupun pemerintah desa.
Ade berharap pada tahun mendatang seluruh lembaga diniyah di Kecamatan Samarang dapat mengikuti program ujian dan wisuda tersebut sebagai bentuk motivasi bagi para santri agar lebih semangat dalam menimba ilmu agama.
“Mudah-mudahan tahun depan seluruh diniyah ikut ujian ini untuk memberikan motivasi khususnya bagi anak-anak yang ada di diniyah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ade juga meminta seluruh pemerintah desa di Kecamatan Samarang agar mulai mengalokasikan bantuan bagi lembaga diniyah melalui APBDes. Ia menegaskan pentingnya dukungan anggaran desa untuk membantu biaya pendidikan dan kegiatan santri diniyah.
Ia meminta para sekretaris desa yang hadir agar menjadikan hal tersebut sebagai catatan penting untuk penyusunan anggaran desa tahun berikutnya.
“Tolong kepada sekretaris desa yang mewakili supaya ini menjadi catatan. Tahun 2027 desa harus mengalokasikan bantuan bagi santri diniyah agar kegiatan seperti ini bisa terus berjalan dan lebih baik lagi,” tegasnya.
Selain itu, Ade meminta seluruh Ketua DPAC dan koordinator di setiap desa agar melakukan pendataan calon peserta ujian diniyah sejak awal, sehingga pemerintah desa memiliki data pasti terkait jumlah santri yang akan mengikuti ujian dan wisuda.
Menurutnya, pada tahun ini pembiayaan kegiatan masih ditanggung secara kumulatif oleh pemerintah desa melalui APDESI Kecamatan Samarang karena bantuan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Ini menjadi awal yang baik. Mudah-mudahan ke depan bantuan bisa lebih merata dan seluruh diniyah dapat merasakan manfaatnya,” ucap Ade.
Ia juga berharap kegiatan PORSADIN tidak hanya dilaksanakan di tingkat kecamatan, tetapi perlombaan dapat digelar hingga tingkat masing-masing lembaga diniyah agar mampu meningkatkan minat anak-anak untuk belajar mengaji.
“Semoga kegiatan PORSADIN ini menjadi motivasi bagi anak-anak santri. Yang tadinya hanya ikut lomba, akhirnya menjadi lebih semangat mengaji,” tambahnya.
Pada momen tersebut, H. Ade Mohamad Sofyan juga meminta seluruh kepala desa secara simbolis menyerahkan ijazah kepada para santri sebagai bentuk tanggung jawab dan dukungan pemerintah desa terhadap pendidikan diniyah.
“Ini bentuk pertanggungjawaban pemerintah desa bahwa desa hadir membantu biaya ujian dan wisuda anak-anak diniyah yang ada di Kecamatan Samarang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua FKDT Kecamatan Samarang, H.A. Taofekurohman, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan PORSADIN IX dan wisuda bersama santri diniyah tersebut.
Ia mengapresiasi dukungan seluruh kepala desa yang telah membantu pelaksanaan wisuda dan pemberian ijazah kepada para santri diniyah se-Kecamatan Samarang.
Tak hanya itu, Taofekurohman juga menyampaikan terima kasih kepada unsur Forkopimcam Samarang dan seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja sejak awal hingga akhir acara sehingga kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sukses.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya para kepala desa, Forkopimcam Samarang, dan seluruh panitia yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan PORSADIN tingkat Kecamatan Samarang,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para guru diniyah yang selama ini terus mendidik dan membimbing para santri dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Kepada seluruh guru didik diniyah saya mengucapkan banyak terima kasih atas pengabdiannya dalam mendidik generasi muda,” katanya.
Di akhir sambutannya, Taofekurohman mengucapkan selamat kepada para santri yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai cabang perlombaan PORSADIN.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh santri yang berhasil menjadi juara. Terus tingkatkan prestasi dan semangat belajar agar menjadi generasi yang berakhlak dan membanggakan,” pungkasnya.
Kegiatan penutupan PORSADIN IX dan wisuda santri diniyah tersebut berlangsung meriah dengan penyerahan penghargaan, pembagian ijazah, serta penampilan seni dari para santri yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan para tamu undangan. (Rus)












