Berita24today.co.id || GARUT – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut menghadiri kegiatan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dilaksanakan di MTsS Al Musaddadiyah Garut, Jalan Mayor Syamsu No. 02, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (17/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, DPPKBPPPA Kabupaten Garut diwakili oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak, LinLin Andriyani, yang menyampaikan pentingnya komitmen bersama seluruh pihak dalam mewujudkan satuan pendidikan yang benar-benar berpihak kepada anak.
Menurut LinLin Andriyani, Sosialisasi Sekolah Ramah Anak bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata untuk memastikan seluruh anak memperoleh hak-haknya secara optimal selama berada di lingkungan sekolah.
“Sosialisasi Sekolah Ramah Anak bukan hanya sebuah kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen nyata seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bersih, sehat, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi terhadap anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Ramah Anak merupakan satuan pendidikan yang mampu menjamin, memenuhi, dan menghormati hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan sekolah secara terencana, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Dalam konsep tersebut, anak tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek yang harus dihargai, dilindungi, dan diberikan ruang untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
“Anak-anak harus mendapatkan perlindungan, kasih sayang, penghargaan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik dari sisi akademik, sosial, emosional, maupun karakter,” tambahnya.
Dalam paparannya, LinLin juga mengingatkan bahwa implementasi Sekolah Ramah Anak harus berlandaskan empat prinsip utama Konvensi Hak Anak, yakni non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup tumbuh dan berkembang, serta partisipasi anak.
Menurutnya, keempat prinsip tersebut harus menjadi budaya dalam kehidupan sekolah sehingga peserta didik merasa aman, dihargai, dilibatkan, dan mendapatkan ruang yang sehat untuk berkembang.
LinLin turut menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi anak-anak saat ini, mulai dari perundungan (bullying), kekerasan fisik, kekerasan psikis, pengabaian hingga kekerasan seksual. Karena itu, sekolah harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan perlindungan terhadap anak.
“Setiap anak berhak datang ke sekolah dengan perasaan aman dan bahagia. Tidak boleh ada rasa takut saat belajar. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan untuk menuntut ilmu sekaligus membangun masa depan,” tegasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap MTsS Al Musaddadiyah Garut dapat menjadi pelopor dalam penerapan budaya Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Garut. Budaya tersebut diwujudkan melalui pendidikan yang humanis, penguatan karakter, komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
“Sekolah Ramah Anak harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, menghargai sesama, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” katanya.
Pada kesempatan itu, LinLin juga memberikan pesan khusus kepada siswa-siswi MTsS Al Musaddadiyah, terutama bagi mereka yang akan segera lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia mengingatkan agar para siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru tanpa meninggalkan nilai-nilai positif yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di madrasah.
“Kepada anak-anakku yang sebentar lagi lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK maupun MA, teruslah menjadi pribadi yang baik, hormati guru, sayangi teman, jauhi perundungan, dan jadilah pelopor kebaikan di lingkungan sekolah yang baru. Jangan pernah takut bermimpi besar dan teruslah belajar untuk meraih cita-cita,” pesannya.
LinLin juga mengajak para siswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial, menjauhi pergaulan negatif, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, memasuki lingkungan pendidikan yang baru merupakan kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan potensi, memperluas pergaulan, serta membangun prestasi yang lebih tinggi dengan tetap menjaga akhlak dan karakter yang baik.
“Di mana pun kalian melanjutkan sekolah nanti, jadilah anak-anak yang membanggakan orang tua, guru, agama, dan bangsa. Prestasi yang tinggi harus dibarengi dengan akhlak yang mulia. Itulah bekal penting untuk meraih kesuksesan di masa depan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, DPPKBPPPA Kabupaten Garut menyampaikan apresiasi kepada pihak MTsS Al Musaddadiyah Garut, tenaga pendidik, komite sekolah, orang tua, dan seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung terwujudnya Sekolah Ramah Anak.
Menurut LinLin, komitmen tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Garut sebagai Kabupaten Layak Anak yang menjamin pemenuhan hak serta perlindungan bagi seluruh anak.
“Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Pemenuhan hak anak hari ini akan menentukan kualitas generasi di masa yang akan datang. Mari kita jaga, lindungi, dan dampingi anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
Sosialisasi Sekolah Ramah Anak di MTsS Al Musaddadiyah Garut diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal menuju terwujudnya Kabupaten Garut yang semakin ramah dan layak bagi anak.
Penulis : Rus
Editor : S Erfan Nurali













