Berita-24today.co,id || GARUT, Sebanyak 2.804 anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Kabupaten Garut dipastikan bertolak menuju Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam rangka mengikuti peringatan May Day 2026. Fenomena ini menjadi potret nyata yang menarik dikaji, bahkan relevan sebagai bahan skripsi gerakan buruh terkait mobilisasi massa dari daerah ke pusat.
Keberangkatan ribuan buruh tersebut dilakukan secara terorganisir dengan dukungan sekitar 50 armada bus. Titik pemberangkatan tersebar di sejumlah wilayah strategis, seperti SOR Ciateul, Leles, Limbangan, Cibatu, hingga Lapangan Polres Garut.
Ketua DPC KSPSI Garut, Andri Hidayatulloh, menegaskan bahwa partisipasi ribuan buruh ini bukan sekadar mobilisasi massa, melainkan simbol solidaritas pekerja daerah dalam menyuarakan aspirasi di tingkat nasional.
“Perjalanan ini bukan sekadar mobilisasi, tetapi bagian dari gerakan kolektif buruh untuk memperjuangkan hak-haknya,” ujarnya.
Menurut Andri, momentum ini juga menjadi penting dalam konteks kajian akademik seperti skripsi gerakan buruh, karena menunjukkan dinamika relasi antara buruh daerah dan panggung politik nasional.
Ia menambahkan, agenda utama dalam peringatan May Day tahun ini adalah mendengarkan langsung pidato Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai menjadi momen strategis bagi buruh untuk menangkap arah kebijakan pemerintah terhadap ketenagakerjaan.
May Day 2026 diproyeksikan menjadi salah satu perayaan terbesar dengan partisipasi buruh dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi KSPSI Garut, kehadiran di Monas bukan hanya simbol keikutsertaan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap gerakan buruh nasional.
“Ini bentuk kebersamaan lintas daerah. Buruh Garut ingin menunjukkan bahwa mereka bagian dari perjuangan besar buruh Indonesia,” tambah Andri.
Fenomena ini juga dinilai relevan untuk dijadikan bahan penelitian atau skripsi gerakan buruh, terutama dalam melihat pola konsolidasi dan solidaritas antarwilayah.
Sementara itu, rencana aksi besar di Garut yang sebelumnya akan digelar di kawasan Pendopo dan Alun-alun dengan estimasi 10 ribu massa, dipastikan mengalami penyesuaian jadwal.
Aksi tersebut akan tetap dilaksanakan setelah rombongan buruh kembali dari Jakarta, sebagai tindak lanjut untuk menyuarakan isu-isu lokal.
“Setelah dari Jakarta, kami akan lanjutkan perjuangan di Garut. Fokus kami tetap pada persoalan upah, kondisi kerja, hingga perlindungan tenaga kerja,” jelas Andri.
Garut Ikut Bersuara di Tingkat Nasional
Keberangkatan ribuan buruh ini menegaskan bahwa suara pekerja dari daerah memiliki posisi penting dalam gerakan nasional. Mereka bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian aktif yang membawa aspirasi nyata dari lapangan.
Dengan persiapan matang dan semangat kolektif, KSPSI Garut memastikan bahwa suara buruh daerah akan terdengar hingga pusat kekuasaan.
“Dari Garut ke Monas, satu suara kami bawa: perjuangan buruh belum selesai, dan May Day adalah panggungnya,” pungkas Andri.
Penulis : Rus
Editor : S Erfan Nurali













