Berita-24Today.Co.Id, Nagekeo, NTT– Sekretaris Forum Pemuda Peduli Nagekeo, Charles Semus Djawa, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Ngada bersama 18 paguyuban yang menyatakan sikap tegas terhadap konten media sosial yang dinilai berpotensi memecah belah persatuan dan merusak hubungan persaudaraan antarmasyarakat.
Apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan atas solidaritas, kepedulian, dan komitmen masyarakat Kabupaten Ngada dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah polemik dugaan penghinaan melalui media sosial yang turut menjadi perhatian masyarakat Nagekeo.
Menurut Charles, sikap yang ditunjukkan FPK bersama 18 paguyuban di Ngada menjadi pesan penting bahwa persoalan yang berpotensi melukai martabat suatu kelompok masyarakat perlu disikapi secara bijaksana, dengan mengedepankan persaudaraan dan penegakan hukum.
Sebelumnya, FPK Kabupaten Ngada bersama 18 paguyuban menyampaikan pernyataan sikap kepada Pemerintah Kabupaten Ngada pada Kamis (29/10/2026). Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan toleransi serta mendorong penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran di media sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Apresiasi Solidaritas dan Kepedulian Masyarakat Ngada
Charles Semus Djawa menilai, langkah FPK dan 18 paguyuban tersebut mencerminkan kepedulian terhadap martabat sesama sekaligus menjadi contoh penting dalam merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Flores.
Menurutnya, hubungan antara masyarakat Nagekeo dan Ngada yang selama ini terjalin dalam kehidupan sosial harus tetap dijaga dan tidak boleh dirusak oleh pernyataan atau konten media sosial yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman maupun permusuhan.
Ia menegaskan bahwa persoalan yang melibatkan individu tidak seharusnya berkembang menjadi pertentangan antarkelompok masyarakat.
“Kami dari Forum Pemuda Peduli Nagekeo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FPK Kabupaten Ngada bersama 18 paguyuban atas kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan. Sikap ini menjadi pengingat bahwa persaudaraan harus tetap dijaga, sekalipun kita sedang menghadapi persoalan yang menyentuh martabat dan perasaan masyarakat,” demikian pesan apresiasi yang disiapkan untuk disampaikan Charles.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan suku, latar belakang, dan identitas bukan alasan untuk merendahkan pihak lain.
Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi sikap saling menghormati, menghargai, dan menjaga martabat setiap orang.
Dukung Penegakan Hukum, Bukan Penghakiman di Media Sosial
Selain memberikan apresiasi kepada FPK dan 18 paguyuban di Ngada, Forum Pemuda Peduli Nagekeo menekankan pentingnya penanganan dugaan pelanggaran di media sosial melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Charles berpandangan bahwa kebebasan berekspresi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tanggung jawab serta tetap menghormati hak dan martabat orang lain.
Konten yang diduga mengandung penghinaan atau berpotensi memicu permusuhan antarkelompok perlu ditangani secara cermat oleh aparat penegak hukum berdasarkan bukti dan ketentuan perundang-undangan.
“Kami mendukung penegakan hukum yang profesional, objektif, adil, dan tidak tebang pilih. Apabila terdapat dugaan pelanggaran hukum melalui media sosial, biarlah aparat yang berwenang menanganinya sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga perlu menahan diri agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” demikian pesan yang ingin ditegaskan dalam sikap Forum Pemuda Peduli Nagekeo.
Menurutnya, penegakan hukum dan pemeliharaan persaudaraan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru perlu berjalan beriringan demi menghadirkan keadilan sekaligus menjaga ketenteraman masyarakat.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh unggahan, komentar, maupun informasi yang beredar di media sosial tanpa terlebih dahulu memeriksa kebenaran dan konteksnya.
Jangan Biarkan Konten Media Sosial Memecah Belah Nagekeo dan Ngada
Charles menilai, polemik yang berkembang saat ini harus menjadi pelajaran bersama, terutama bagi generasi muda, agar semakin bijak dalam menggunakan media sosial.
Sebuah unggahan yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan dampak sosial yang luas apabila ditanggapi dengan kemarahan, saling menghina, atau tindakan yang memperuncing perbedaan.
Karena itu, masyarakat Nagekeo dan Ngada diharapkan tetap menjaga hubungan persaudaraan yang telah terbangun selama ini.
Menurutnya, apabila terdapat persoalan yang menyentuh kehormatan suatu kelompok masyarakat, penyelesaiannya harus mengedepankan dialog, penghormatan terhadap nilai-nilai adat, dan penegakan hukum sesuai persoalan yang dihadapi.
Tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat juga diharapkan mengambil peran dalam menciptakan suasana yang sejuk dan mencegah berkembangnya provokasi di ruang digital.
Jangan sampai ulah seseorang di media sosial merusak hubungan persaudaraan antara masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dalam semangat kekeluargaan.
Persaudaraan Tetap Terjaga, Keadilan Tetap Diperjuangkan
Bagi Forum Pemuda Peduli Nagekeo, apresiasi terhadap FPK Kabupaten Ngada dan 18 paguyuban bukan sekadar respons terhadap polemik yang sedang berkembang. Lebih dari itu, apresiasi tersebut merupakan penghormatan terhadap semangat solidaritas dan kepedulian antarmasyarakat.
Sikap tersebut diharapkan menjadi contoh bahwa persoalan yang menyangkut martabat masyarakat dapat disikapi secara tegas tanpa harus membangun permusuhan baru.
Charles berharap semangat persaudaraan seperti ini terus dipelihara, sehingga masyarakat tidak mudah terpecah hanya karena konten media sosial yang memancing emosi dan memperuncing perbedaan.
“Terima kasih kepada FPK Kabupaten Ngada bersama 18 paguyuban atas kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan. Mari kita tetap menjaga persaudaraan, menghormati martabat setiap orang, dan mendukung penegakan hukum melalui jalur yang benar. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perbedaan itu memutus tali persaudaraan. Nagekeo dan Ngada adalah saudara yang harus terus menjaga persatuan,” demikian pesan penutup yang disiapkan untuk Charles Semus Djawa.
Ia menegaskan bahwa persatuan bukan berarti membiarkan persoalan berlalu tanpa penyelesaian. Persatuan justru harus dibangun melalui keberanian menyuarakan kebenaran, penghormatan terhadap hukum, dan komitmen menyelesaikan masalah tanpa menciptakan permusuhan baru.
Persaudaraan harus dirawat, martabat harus dihormati, dan hukum harus ditegakkan.
![]()














