Berita-24today.co.id || Tokyo, 26 Oktober 2026 — Film Desember Jani persembahan Palari Films resmi memulai perjalanannya di panggung internasional melalui Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026. Jajaran pemeran yang terdiri atas Sigi Wimala, Chempa Puteri, Tutie Kirana, dan Hyori Mika, bersama sutradara Ariani Darmawan serta produser Meiske Taurisia, tampil di karpet merah pembukaan festival yang berlangsung di kawasan Hibiya-Ginza, Tokyo, pada Senin (26/10) malam waktu setempat.
Memasuki penyelenggaraan ke-39, TIFF menjadi panggung internasional bagi Desember Jani untuk memperkenalkan kisah keluarga Indonesia kepada penonton global. Kehadiran para pemeran di karpet merah turut merepresentasikan kehangatan hubungan antargenerasi yang menjadi inti cerita film ini. Mereka adalah Tutie Kirana sebagai Oma, Sigi Wimala sebagai Winnie, Chempa Puteri sebagai Jani, dan Hyori Mika sebagai Julia.
Sutradara Ariani Darmawan mengungkapkan rasa harunya dapat membawa Desember Jani ke panggung kompetisi Asian Future bersama para pemeran yang telah menghidupkan kisah keluarga tersebut.
“Saya ingin mengajak penonton di Tokyo International Film Festival untuk masuk ke rumah, ke sebuah mikrokosmos, bahkan ke kamar keempat karakter di film ini, untuk mendengarkan perasaan-perasaan terdalam mereka,” ujar Ariani Darmawan.
Menghadirkan Kisah Keluarga yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Desember Jani terpilih sebagai salah satu film yang berkompetisi dalam program Asian Future TIFF 2026. Program ini didedikasikan untuk mendukung sineas baru dan berkembang di Asia melalui kompetisi film panjang karya sutradara yang berada pada tahap awal kariernya.
Film ini dijadwalkan menggelar penayangan perdana dunia (world premiere) pada 27 Oktober 2026 pukul 17.10 waktu setempat, disusul pemutaran kedua pada 29 Oktober 2026 pukul 13.30 waktu setempat di Tokyo.
Bagi Sigi Wimala, yang memerankan Winnie, kekuatan Desember Jani terletak pada kisah sederhana tentang kasih sayang dan cara setiap anggota keluarga mengungkapkan perasaannya.
“Saat pertama kali menerima cerita ini, saya merasa sangat hangat sekali, karena berbicara mengenai love language dalam sebuah keluarga. Desember Jani merupakan kisah slice of life yang sederhana, tapi kita semua relate karena itu terjadi di kehidupan kita masing-masing, dan semoga kehangatan ceritanya beresonansi ke audiens di Tokyo,” ujar Sigi Wimala.
Sementara itu, produser Meiske Taurisia menegaskan pentingnya partisipasi Desember Jani dalam kompetisi Asian Future sebagai bagian dari perjalanan film Indonesia di festival internasional.
“Kompetisi Asian Future adalah ruang kurasi bergengsi bagi sutradara baru dengan visi sinematik yang kuat di Asia. Kehadiran Desember Jani di panggung ini mengukuhkan bahwa narasi lokal yang jujur dan menyentuh memiliki daya pikat universal. Ini adalah langkah awal yang indah sebelum film ini akhirnya pulang menemui penontonnya di Indonesia,” ungkap Meiske Taurisia.
Partisipasi ini sekaligus menambah perjalanan Palari Films di sirkuit festival internasional. Sebelumnya, perusahaan produksi tersebut membawa Monster Pabrik Rambut ke Berlinale 2026.
Tokyo International Film Festival merupakan festival film tahunan di Jepang yang diakui oleh FIAPF (International Federation of Film Producers Associations) sebagai festival film kompetitif untuk film panjang.
Sinopsis
Desember Jani mengikuti kisah Jani (Chempa Puteri), seorang remaja berusia 13 tahun yang menunggu kepulangan kakaknya, Julia (Hyori Mika), setelah sang kakak pergi dari rumah tanpa pamit. Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), seorang ibu tunggal yang terus bekerja demi menghidupi keluarga, sekaligus menyimpan rasa bersalahnya sendiri.
Di tengah situasi tersebut, Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari berjualan lumpia, menjadi sosok yang paling membuat Jani merasa nyaman. Namun, Jani menyimpan sebuah rahasia: ia mengetahui bahwa Julia baik-baik saja dan diam-diam masih berkomunikasi dengan kakaknya.
Dalam empat hari di bulan Desember, Jani dihadapkan pada pilihan untuk tetap diam atau mengungkapkan kebenaran. Keputusan tersebut membawa empat perempuan dalam keluarga itu menuju percakapan yang selama ini mereka hindari, membuka ruang bagi perasaan yang terpendam dan ikatan keluarga yang perlu dipahami kembali.
Menuju Penayangan di Bioskop Indonesia
Setelah memperkenalkan diri kepada penonton internasional melalui TIFF 2026, Desember Jani akan melanjutkan perjalanannya menuju penayangan di tanah air. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Desember 2026.
Desember Jani disutradarai oleh Ariani Darmawan, ditulis oleh Cynthia Hariadi, serta diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Luna Maya turut terlibat sebagai produser eksekutif. Film ini dibintangi oleh Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika.
Informasi lebih lanjut mengenai film Desember Jani dapat diakses melalui https://www.palarifilms.com/desemberjani.
###
Tentang Palari Films
Palari Films adalah perusahaan produksi film yang didirikan pada 2016 di Jakarta dan dipimpin oleh produser Meiske Taurisia serta Muhammad Zaidy. Palari Films mencatatkan pencapaian penting dalam perfilman Indonesia melalui Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, yang memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi di Festival Film Locarno ke-74.
Karya terbaru Palari Films, Monster Pabrik Rambut (2026), meraih penghargaan Best Screenplay, Special Jury Mention for Practical Effect, dan Best Production Design Award di Montreal dan Swiss.
Film-film lain yang diproduksi Palari Films antara lain Kabut Berduri (Netflix Original Indonesia, 2024), yang memperoleh 12 nominasi Piala Citra 2024 dan menempati peringkat kedua dalam daftar Global Netflix Top 10 Film Non-English selama dua pekan penayangannya; Dear David (2023); film omnibus Piknik Pesona (2022); Ali & Ratu-Ratu Queens (2021); Aruna & Lidahnya (2018); serta Posesif (2017).
Palari Films berkomitmen untuk terus menghadirkan karya-karya film yang unik, berkualitas, dan memiliki perspektif yang kuat.
- Penulis : Ririe TH
- Editor : S Erfan Nurali
![]()














