Berita-24today.co.id || GARUT – Konferensi Cabang (Konfercab) XV Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Garut menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi sekaligus memperkuat peran kader Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjawab tantangan zaman.
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Barat, Bupati Garut, anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Oleh Soleh, S.H., sejumlah anggota DPRD Kabupaten Garut, serta jajaran pengurus PCNU dan kader GP Ansor.
Dalam kesempatan itu, H. Oleh Soleh tidak hanya menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan GP Ansor Garut sebelumnya, tetapi juga menitipkan pesan mengenai pentingnya kesinambungan kaderisasi, penguatan militansi, pemberdayaan generasi muda, hingga optimalisasi media sosial sebagai ruang dakwah.
Ia juga menunjukkan dukungannya terhadap perjuangan Nahdlatul Ulama melalui pemberian bantuan operasional untuk PCNU Kabupaten Garut.

Apresiasi Kepemimpinan Ceng Badar, Regenerasi Harus Berkelanjutan
H. Oleh Soleh menyampaikan apresiasi atas pengabdian Ceng Badar selama memimpin GP Ansor Kabupaten Garut. Menurutnya, kepemimpinan tersebut telah memberikan kontribusi terhadap penguatan struktur organisasi, kaderisasi, militansi, serta pemberdayaan kader.
Ia menilai berbagai upaya yang telah dilakukan menjadi bagian penting dalam membangun organisasi kepemudaan NU yang progresif dan mampu berkontribusi di tengah masyarakat.
Sebagai kader PKB yang memiliki latar belakang perjuangan dari lingkungan Nahdlatul Ulama, H. Oleh Soleh menyampaikan penghargaan atas dedikasi Ceng Badar selama menjalankan amanah kepemimpinan.
Ia berharap segala bentuk pengabdian dan kebaikan yang telah diberikan untuk organisasi mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
Dalam momentum Konfercab XV tersebut, ia juga menyampaikan selamat kepada seluruh kader GP Ansor Garut yang mengikuti proses konferensi.
Menurutnya, forum konferensi tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang evaluasi, konsolidasi, dan perumusan langkah strategis untuk membawa organisasi semakin berkembang.
Ia berharap konferensi dapat melahirkan pemimpin yang amanah, progresif, dan mampu melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya.
“Militansi, progresivitas, dan pemberdayaan kader harus terus dijaga. Kepemimpinan ke depan juga harus mampu menjawab tantangan zaman serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” menjadi pesan yang ditekankan dalam arahannya.
Kader Ansor Dituntut Adaptif, Media Sosial Jadi Ruang Dakwah
Selain persoalan regenerasi kepemimpinan, H. Oleh Soleh menyoroti tantangan perkembangan teknologi informasi yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, GP Ansor tidak cukup hanya memperkuat aktivitas organisasi dan dakwah secara langsung di tengah masyarakat. Kader juga perlu hadir secara aktif di ruang digital untuk menyebarkan pesan keagamaan yang menyejukkan, edukatif, dan bertanggung jawab.
Ia menilai media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat.
Namun, ruang digital juga menghadirkan berbagai persoalan, seperti perundungan atau bullying, persekusi, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, serta konten keagamaan yang berpotensi memicu kesalahpahaman dan konflik di tengah masyarakat.
Karena itu, kader Ansor diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu memproduksi dan menyebarkan konten yang memberikan manfaat bagi publik.
Penguatan literasi digital, kemampuan memverifikasi informasi, serta penyampaian pesan keagamaan secara santun dinilai penting agar dakwah dapat menjangkau masyarakat luas tanpa memperkeruh perbedaan.
H. Oleh Soleh menegaskan bahwa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) perlu terus dijaga dan diamalkan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi yang berkembang pesat.
Dengan demikian, kader GP Ansor diharapkan mampu menjalankan peran strategis sebagai garda dakwah, baik di lingkungan masyarakat maupun di ruang digital.
Berikan Bantuan Operasional untuk PCNU Garut
Dalam kesempatan yang sama, H. Oleh Soleh memberikan bantuan operasional kepada PCNU Kabupaten Garut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan dan perjuangan organisasi Nahdlatul Ulama.
Bantuan tersebut menjadi salah satu wujud kepeduliannya terhadap organisasi yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian dirinya.
Ia menegaskan bahwa sebagai kader PKB yang lahir dari lingkungan Nahdlatul Ulama, dirinya memiliki komitmen untuk terus membersamai perjuangan NU.
Menurutnya, keberadaannya di lembaga legislatif tidak terlepas dari doa, dukungan, dan ikhtiar keluarga besar Nahdlatul Ulama. Oleh sebab itu, hubungan dengan para ulama, pengurus organisasi, kader, serta masyarakat Nahdliyin harus terus dijaga.
“Sebagai kader PKB yang lahir dari Nahdlatul Ulama, saya memiliki kewajiban dan komitmen pribadi, lahir batin sampai akhir hayat, untuk terus membersamai perjuangan Nahdlatul Ulama, kapan pun dan di mana pun,” ungkap H. Oleh Soleh.
Ia berharap bantuan operasional tersebut dapat memberikan manfaat bagi PCNU Kabupaten Garut, terutama dalam menunjang pelaksanaan kegiatan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Baginya, dukungan terhadap NU tidak semata-mata berkaitan dengan bantuan material, melainkan juga menyangkut komitmen moral untuk terus berkontribusi terhadap perjuangan organisasi dan kemaslahatan umat.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan program PCNU sekaligus menjaga kesinambungan peran NU dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Konfercab XV Jadi Penentu Arah Organisasi ke Depan
Pelaksanaan Konfercab XV GP Ansor Kabupaten Garut diharapkan menjadi titik penguatan konsolidasi organisasi sekaligus momentum untuk menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan kader dan perkembangan masyarakat.
Tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguatan struktur kepengurusan, tetapi juga kemampuan organisasi dalam membangun kader yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, memahami nilai-nilai keagamaan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Keberlanjutan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi dan sosial, serta penguatan dakwah digital menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam perjalanan organisasi.
Dengan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu merangkul seluruh elemen, GP Ansor Garut diharapkan terus memperkuat sinergi dengan PCNU dan berbagai unsur masyarakat.
Konfercab XV pun menjadi momentum untuk memastikan bahwa regenerasi kepemimpinan berjalan seiring dengan kesinambungan program, penguatan kapasitas kader, dan peningkatan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Garut.(Rus)














