Example floating
Example floating
Daerah

Pemkab Nagekeo Perkuat Perlindungan Anak Pascagempa, SOS Children’s Villages Soroti Pemerataan Layanan

4
×

Pemkab Nagekeo Perkuat Perlindungan Anak Pascagempa, SOS Children’s Villages Soroti Pemerataan Layanan

Sebarkan artikel ini

Penulis: Gusti Bebi Daga, S. IP

Berita-24today.co.id, Nagekeo, NTT– Pemerintah Kabupaten Nagekeo memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama masa pemulihan pascagempa Flores. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Kabupaten Kluster Perlindungan Anak Respons Gempa Flores yang berlangsung di Tenda Darurat Dinas PMD-PPPA Kabupaten Nagekeo, Selasa (27/10/2026).

Rakor dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo, Drs. Immanuel Ndun, M.Si., yang mewakili Bupati Nagekeo. Kegiatan ini melibatkan perangkat daerah terkait, unsur TNI/Polri, serta lembaga kemanusiaan yang terlibat dalam penanganan dampak bencana.

Pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi dan penyelarasan program pemulihan, khususnya dalam mengidentifikasi kebutuhan anak-anak terdampak, memetakan layanan yang tersedia, serta mengantisipasi berbagai risiko perlindungan anak di wilayah bencana.

Selain memastikan bantuan menjangkau kelompok yang membutuhkan, koordinasi ini diharapkan menghasilkan pembagian peran yang lebih jelas antarlembaga sehingga pelayanan kemanusiaan dapat berlangsung efektif, merata, dan berkelanjutan.

Pemkab Nagekeo Tegaskan Komitmen Perlindungan Anak

Dalam sambutan tertulis Bupati Nagekeo yang dibacakan Asisten I Sekda, Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyampaikan apresiasi kepada Yayasan SOS Children’s Villages atas kerja sama dan kolaborasi bersama Dinas PMD-PPPA dalam mendukung perlindungan anak di tengah situasi pascabencana.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung kegiatan pemulihan yang dilaksanakan bersama lembaga kemanusiaan, terutama dalam memastikan kebutuhan dan hak anak tetap terpenuhi.

Menurutnya, rakor memiliki peran penting untuk mengidentifikasi kondisi di lapangan, memetakan kebutuhan mendesak, serta mengantisipasi risiko yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan anak-anak di lokasi terdampak.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nagekeo, kami berkomitmen penuh untuk mengawal upaya pemulihan dengan memastikan anak-anak tetap mendapatkan rasa aman, perhatian, pendampingan, serta kesempatan tumbuh dan berkembang secara layak,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Immanuel Ndun.

Bupati juga menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan kembali infrastruktur fisik yang rusak. Pemulihan kehidupan masyarakat dan perlindungan martabat manusia harus menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Anak-anak, sebagai generasi penerus pembangunan Nagekeo, membutuhkan perhatian khusus agar tidak kehilangan akses terhadap perlindungan, pendampingan, dan lingkungan yang aman akibat bencana.

Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga kemanusiaan, dan organisasi masyarakat untuk memperkuat koordinasi serta memastikan tidak ada anak yang terabaikan selama masa pemulihan.

SOS Children’s Villages Soroti Duplikasi Layanan di Lapangan

Dalam kesempatan yang sama, Yohanista Wae, Family Strengthening Manager SOS Children’s Villages Flores, yang mewakili Direktur Yayasan SOS Children’s Villages, menyampaikan pentingnya kesinambungan koordinasi antarpihak dalam penanganan dampak gempa di Kabupaten Nagekeo.

Yohanista terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Wakil Bupati Nagekeo. Ia kemudian menegaskan bahwa kehadiran tim SOS Children’s Villages merupakan bagian dari komitmen pelayanan kemanusiaan yang telah dijalankan di wilayah terdampak.

Menurutnya, tim SOS telah melaksanakan berbagai aktivitas di wilayah Kecamatan Nangaroro sejak September 2026.

Dalam pelaksanaan program tersebut, pihaknya masih menemukan adanya duplikasi layanan di lapangan. Kondisi ini dinilai perlu dievaluasi agar bantuan dan intervensi kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak penyintas secara merata.

Yohanista berharap melalui rakor tersebut dilakukan pemetaan ulang wilayah kerja lembaga swadaya masyarakat (LSM), disertai pembagian peran dan kejelasan alokasi anggaran.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi tumpang tindih program sekaligus mengidentifikasi wilayah atau kelompok masyarakat yang belum memperoleh pelayanan secara memadai.

Dengan koordinasi yang lebih terarah, setiap lembaga diharapkan dapat menjalankan program sesuai kebutuhan riil di lapangan dan melengkapi peran lembaga lainnya.

SOS Minta Dukungan Pemkab untuk Pemulihan Darurat

SOS Children’s Villages juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam pelaksanaan program Emergency Recovery Response atau respons pemulihan darurat.

Yohanista menginformasikan bahwa pimpinan internasional SOS Indonesia dijadwalkan berkunjung ke Nagekeo pada akhir Oktober 2026.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi di wilayah terdampak, sekaligus memperoleh gambaran faktual mengenai kebutuhan masyarakat dan perkembangan program pemulihan yang sedang berjalan.

Informasi dari lapangan dinilai penting agar evaluasi dan perencanaan bantuan berikutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata penyintas, termasuk anak-anak dan keluarga yang berada dalam kondisi rentan.

Rakor Diharapkan Menghasilkan Langkah Nyata

Rapat koordinasi Kluster Perlindungan Anak Respons Gempa Flores menjadi bagian dari upaya menyatukan langkah pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana.

Pemetaan kebutuhan, evaluasi layanan, pembagian wilayah kerja, serta kejelasan peran setiap lembaga menjadi aspek penting agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri.

Di sisi lain, perlindungan anak perlu ditempatkan sebagai prioritas karena dampak bencana tidak hanya menyangkut kerusakan rumah dan fasilitas umum, tetapi juga kondisi psikologis, rasa aman, akses terhadap layanan dasar, dan keberlanjutan tumbuh kembang anak.

Melalui koordinasi yang berkesinambungan, Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama SOS Children’s Villages dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat pelayanan yang terarah, mengurangi kesenjangan bantuan, serta memastikan anak-anak dan keluarga terdampak memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan.

Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali apa yang rusak, tetapi juga memastikan setiap anak tetap terlindungi, diperhatikan, dan memiliki kesempatan menatap masa depan dengan aman.

Berita-24today.co.id
Informasi, Aspirasi, dan Kepentingan Publik.

Loading

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *