Example floating
Example floating
Pemerintahan

Satria Budi Dilantik Jadi Pj Sekda Garut, Rp240 Miliar Anggaran Terpangkas Jadi Ujian Pertama

4
×

Satria Budi Dilantik Jadi Pj Sekda Garut, Rp240 Miliar Anggaran Terpangkas Jadi Ujian Pertama

Sebarkan artikel ini

Berita-24today.co.id || GARUT, Berita-24today.co.id – Drs. Rd. Satria Budi, M.Si., resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Senin (2/11/2026).

Pelantikan berlangsung dalam rangkaian Apel Gabungan di Lapangan Apel Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul. Penunjukan Satria Budi diharapkan mampu memperkuat koordinasi birokrasi sekaligus memastikan roda pemerintahan daerah berjalan optimal.

Dalam amanatnya, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa penentuan Pj Sekda bukan dilakukan secara sembarangan. Ia mengaku telah mengamati rekam jejak, sikap, perilaku, serta kinerja para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) sebelum menentukan sosok yang dinilai tepat untuk mengemban amanah tersebut.

Menurut Bupati, pejabat yang menduduki posisi strategis Sekda harus mampu memahami arah kebijakan pemerintah daerah, mengenali persoalan Kabupaten Garut, serta memiliki kepekaan dalam merespons berbagai aspirasi masyarakat.

“Saya sudah mengamati sekian lama sikap, perilaku, dan tindakan para pejabat dari bawah sampai atas. Sehingga ketika saya menyampaikan akan meminta diangkat, cuma ditelepon saja. ‘Pak Budi? Mau tidak bantuin saya? Siap apa? Ini ini.’ Sudah selesai,” ungkapnya.

Anggaran 2027 Menjadi Tantangan Besar

Di balik pelantikan tersebut, tugas berat telah menanti Pj Sekda yang baru. Salah satu pekerjaan mendesak adalah mengoordinasikan penyusunan perencanaan pembangunan dan anggaran Kabupaten Garut untuk tahun 2027.

Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal cukup besar. Terdapat pengurangan anggaran sebesar Rp240 miliar dari total alokasi awal Rp436 miliar.

Kondisi tersebut menuntut jajaran birokrasi untuk lebih cermat dalam menentukan skala prioritas. Setiap program dan kegiatan harus benar-benar mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kemampuan keuangan daerah, serta dampak nyata yang dihasilkan.

Bupati mengingatkan agar keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat koordinasi, dan memastikan program pembangunan tepat sasaran.

“Saya mohon bantuannya, nanti PPTP yang lain bantu Pak Pj Sekda untuk menyusun kegiatan tahun 2027 dengan sebaik mungkin, dan tentu saja dengan koordinasi serta komunikasi dengan DPRD,” tegasnya.

Koordinasi Birokrasi Jadi Kunci

Penunjukan Pj Sekda juga membawa harapan terhadap soliditas organisasi pemerintahan Kabupaten Garut. Posisi Sekda memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan perangkat daerah, menyelaraskan kebijakan kepala daerah, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai target.

Karena itu, Bupati meminta seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama memberikan dukungan penuh kepada Pj Sekda, khususnya dalam menghadapi proses penyusunan program dan anggaran tahun mendatang.

Menutup amanatnya, Abdusy Syakur Amin menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Satria Budi. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Garut.

Kini, tantangan besar berada di hadapan Pj Sekda yang baru. Bukan sekadar menjaga kelancaran administrasi pemerintahan, tetapi juga memastikan kebijakan pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal.

Publik tentu menantikan bagaimana kepemimpinan birokrasi di bawah Pj Sekda Satria Budi mampu menjawab tantangan anggaran 2027 sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Rus)

Loading

Penulis: Kominfo Editor: Rus86
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *