banner 728x250

Polres Garut Perkuat Proses Identifikasi Korban Virgo 8, 13 Keluarga Serahkan Sampel DNA

banner 468x60

Berita-24today.co.id || GARUT — Upaya membantu proses identifikasi korban kecelakaan Kapal Virgo 8 rute Surabaya–Banjarmasin terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Garut. Melalui Sidang Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), Polres Garut melakukan pengambilan data Ante Mortem (AM) serta sampel DNA dari keluarga korban di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan dilaksanakan secara langsung oleh personel Sidokkes Polres Garut di bawah tanggung jawab Kasidokkes Polres Garut, Pembina Aceng Ridwan, S.Kep., Ners.

Example 300x600

Pengambilan data dilakukan sebagai bagian dari tahapan pendukung proses identifikasi korban. Petugas melakukan pendataan terhadap keluarga korban sekaligus mengambil sampel DNA menggunakan metode Buccal Swab, yaitu pengambilan sampel biologis dari bagian dalam rongga mulut.

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan kepolisian terhadap proses identifikasi korban, khususnya bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 13 anggota keluarga korban memberikan sampel DNA. Mereka terdiri atas keluarga dari dua korban yang telah dinyatakan meninggal dunia serta keluarga dari 11 korban yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

Data dan sampel DNA keluarga tersebut nantinya menjadi bahan pembanding dalam proses identifikasi apabila ditemukan korban yang belum diketahui identitasnya. Dengan demikian, proses pencocokan dapat dilakukan berdasarkan data ilmiah dan prosedur identifikasi yang berlaku.

Kecelakaan Kapal Virgo 8 yang terjadi di perairan Laut Jawa tersebut hingga saat ini tercatat menyebabkan dua orang meninggal dunia, sementara 11 orang masih dalam pencarian dan 10 orang lainnya telah berhasil ditemukan.

Bagi keluarga korban, proses identifikasi bukan sekadar tahapan administratif, tetapi menjadi bagian penting untuk memperoleh kepastian. Karena itu, pengumpulan data Ante Mortem dan DNA keluarga diharapkan dapat membantu tim terkait dalam melakukan pencocokan identitas secara lebih akurat.

Setelah proses pengambilan selesai, seluruh sampel DNA yang diperoleh personel Sidokkes Polres Garut selanjutnya akan dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut.

Polres Garut menegaskan bahwa pelayanan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendampingi keluarga korban di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Proses identifikasi akan dilakukan secara profesional, terukur, dan berdasarkan prosedur ilmiah. Diharapkan hasil pemeriksaan dapat membantu mempercepat proses pencocokan identitas korban sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu kabar dari anggota keluarganya.(Rus)

Loading

banner 325x300
Penulis: Humas Polres Garut
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *