banner 728x250
Berita  

Grand Final Cover Girl Boy Kids 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Indonesia

banner 468x60

Berita-24today.co id || JAKARTA — Gemerlap panggung modeling anak dan remaja menyala di Mall Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Para finalis Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 tampil membawa mimpi sekaligus menunjukkan bakat mereka di hadapan publik.

Example 300x600

Ajang yang digelar Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) bersama Majalah Model Indonesia (MMI) itu menjadi puncak rangkaian pencarian dan pembinaan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi para finalis, panggung tersebut bukan sekadar tempat memperebutkan gelar juara. Mereka ditantang menunjukkan kemampuan, keberanian tampil di depan publik, kreativitas, serta kepercayaan diri yang selama ini dibangun melalui proses pembinaan.

Dukungan masyarakat juga menjadi bagian dari perhelatan tersebut melalui mekanisme vote online yang disiapkan panitia.

Bukan Sekadar Adu Penampilan

Di balik sorotan lampu dan gemerlap panggung, YAPMI membawa misi yang lebih luas. Dunia modeling diposisikan sebagai salah satu pintu bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi diri.

Ketua Umum YAPMI Iwan Masse Setiawan mengatakan peserta tidak hanya diarahkan menjadi model.

“Anak-anak ini bukan hanya dilatih menjadi model. Mereka juga bisa menjadi MC, penyanyi, pemain film dan mengembangkan bakat-bakat lainnya,” kata Iwan.

Menurut dia, peserta yang memiliki potensi akan mendapatkan kesempatan untuk dikembangkan lebih jauh, termasuk peluang memasuki industri film dan hiburan.

YAPMI juga menyiapkan program pendidikan perfilman. Salah satu rencananya adalah sekolah film dengan pelatihan gratis selama tiga bulan untuk peserta angkatan pertama.

Pelatihan tersebut direncanakan berlangsung setiap Sabtu. Peserta yang menyelesaikan program akan mendapatkan sertifikat.

“Harapannya mereka bisa bekerja di produksi-produksi nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Dari Catwalk Menuju Layar Lebar

Panggung Grand Final tahun ini juga bersinggungan dengan rencana YAPMI mengembangkan proyek perfilman bertema sejarah Papua berjudul “Im Gotes Name Tu Betraten Papua”.

Produser film Rudy Darmawanto mengatakan film tersebut membawa sejumlah pesan, antara lain sejarah, perjuangan, kebinekaan, kemanusiaan dan toleransi antarumat beragama.

Menurut Rudy, cerita film terinspirasi dari perjalanan sejarah sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Papua dan Kesultanan Tidore.

“Film ini ingin memberikan pesan bahwa sesungguhnya founding father kita memberikan contoh yang baik bagaimana Sultan Tidore memberikan fasilitas kepada manusia untuk menyebarkan agama di Papua,” kata Rudy.

Ia mengatakan proses produksi akan tetap mempertahankan benang merah sejarah, meski pengembangan cerita tetap dimungkinkan dalam proses produksi.

Saat ini, persiapan casting dan penjajakan terhadap sejumlah aktor maupun artis senior juga tengah dilakukan.

“Film ini adalah tontonan bagi semua anak bangsa. Ini contoh bagi sebuah pergaulan, toleransi dan keberagaman. Kita tidak perlu melihat latar belakang orang, tetapi semua anak manusia harus saling membantu,” ujar Rudy.

Pesan Anti-Narkoba untuk Generasi Muda

Pembinaan generasi muda juga menjadi perhatian Pembina YAPMI, Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi, S.PB., FICS., DFM.

Menurut Victor, pembinaan anak dalam dunia modeling tidak semestinya berhenti pada aspek penampilan. Anak-anak juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba serta nilai-nilai kehidupan.

“Kami membina anak-anak untuk sukses, bukan hanya arti cantik dan adu ganteng, tetapi juga supaya bebas dari bahaya narkoba,” kata Victor.

Ia menilai figur muda dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat.

Pendekatan agama dan nilai moral, lanjutnya, juga penting agar anak memahami bahwa menjauhi narkoba bukan sekadar karena takut terhadap hukum, melainkan karena memahami dampaknya terhadap masa depan.

Kak Seto: Anak Perlu Ruang untuk Berkembang

Psikolog anak Seto Mulyadi atau Kak Seto turut memberikan perhatian terhadap kegiatan yang melibatkan anak-anak.

Menurut Kak Seto, panggung seperti Grand Final Cover Girl, Boy & Kids dapat menjadi ruang untuk membangun rasa percaya diri anak, sepanjang penyelenggaraannya tetap memperhatikan hak anak untuk tumbuh dan berkembang.

“Setiap anak bisa menjadi apa pun untuk sukses. Bukan hanya menjadi model. Setiap anak harus percaya diri dan bangga pada dirinya sendiri,” ujar Kak Seto.

Ia mengingatkan agar tidak ada anak yang diberi stigma sebagai anak bodoh ataupun nakal.

“Semua anak hebat dan itu harus dihargai,” katanya.

Empat Dekade Majalah Model Indonesia

Perhelatan Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang 40 tahun Majalah Model Indonesia sebagai salah satu wadah pencarian dan pembinaan talenta di Tanah Air.

Sejumlah tokoh industri hiburan turut hadir, di antaranya aktor senior Harry De Fretes, aktor senior Oka Sugawa, desainer Annisa, serta dr. Suci Budhiani, Sp.DVE.

Harry De Fretes, yang mengaku telah mengenal perjalanan YAPMI sejak dekade 1990-an, mengapresiasi proses regenerasi yang dilakukan melalui ajang tersebut.

Kehadiran finalis dari berbagai daerah, menurut dia, memperlihatkan bahwa potensi generasi muda Indonesia tidak hanya berada di Jakarta.

Dukungan juga datang dari manajemen Mall Cempaka Mas yang diwakili Bram. Pihak pengelola berharap pusat perbelanjaan tersebut dapat terus menjadi ruang bagi kegiatan kreatif dan pengembangan bakat generasi muda.

Daftar Juara

Setelah melewati rangkaian penampilan dan proses penilaian, sejumlah finalis berhasil meraih posisi tiga besar dalam masing-masing kategori.

Cover Kids

  1. Adreena Mikhayla Pouran Ancary — 7 tahun
  2. Khaylila Zhafira Maulidya — 7 tahun
  3. Nafisha Amelia Akbar — 5 tahun

Cover Boys

  1. Muhammad Syamsul Islam
  2. Muhammad Iqbal Arrafiqi
  3. Athur Ebenetty Louis Gillet

Cover Girls

  1. Prada Aisyah Esa Asmoro
  2. Chilla Jonita
  3. Margareth Nathania Siambaton

Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 akhirnya bukan hanya menghadirkan penobatan para juara. Panggung tersebut menjadi pertemuan antara keberanian anak-anak tampil di depan publik, proses pembinaan, pesan perlindungan generasi muda, dan peluang menuju industri kreatif.

Dari panggung Mall Cempaka Mas, para finalis membawa satu hal yang jauh lebih panjang daripada sekadar gelar: kesempatan untuk terus mengembangkan talenta dan mengejar mimpi di dunia kreatif Indonesia.

  • Penulis : S Erfan Nurali
  • Editor : Redaksi

Loading

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *