Berita-24today.co.id || GARUT — Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga di wilayah Karangpawitan, Kabupaten Garut, saat jenazah korban musibah KMP Virgo Transport 8 dipulangkan ke kampung halaman. Tangis keluarga pecah ketika proses pemulangan berlangsung, menjadi gambaran betapa dalam kehilangan yang dirasakan setelah musibah pelayaran tersebut.
Di tengah suasana penuh kesedihan itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aten Munajat, turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Kehadiran Aten Munajat menjadi bentuk kepedulian terhadap warga Garut yang terdampak musibah. Ia turut memastikan proses pemulangan berlangsung dengan baik dan tetap mengedepankan penghormatan serta nilai-nilai kemanusiaan terhadap korban maupun keluarga yang ditinggalkan.
“Ini bukan sekadar kehilangan, ini adalah duka yang kita rasakan bersama,” ujar Aten Munajat dengan penuh empati.
Menurutnya, musibah KMP Virgo Transport 8 tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi duka bagi masyarakat Kabupaten Garut dan Jawa Barat.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Keselamatan Pelayaran Jadi Perhatian
Aten Munajat mengatakan, tragedi tersebut juga menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran. Menurutnya, keselamatan penumpang harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang berkaitan dengan transportasi laut.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada lagi keluarga yang harus menerima kabar kehilangan akibat musibah serupa,” katanya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, evakuasi, identifikasi hingga pemulangan korban.
Apresiasi secara khusus disampaikannya kepada tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) beserta unsur terkait yang terus melakukan upaya kemanusiaan dalam menangani dampak musibah tersebut.
Menurut Aten, kerja tim di lapangan tidak mudah karena harus berhadapan dengan situasi darurat sekaligus kebutuhan keluarga korban yang menunggu kepastian.
Apresiasi untuk Pemerintah dan Tim Sosial
Aten Munajat juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah memberikan perhatian terhadap penanganan warga Jawa Barat yang menjadi korban maupun terdampak musibah.
Apresiasi juga diberikan kepada Bupati Garut Abdusy Syakur Amin beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Garut yang bergerak dalam membantu proses penanganan dan pemulangan korban hingga kembali ke daerah asal.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah sangat penting karena keluarga korban tidak hanya membutuhkan bantuan dalam proses pemulangan, tetapi juga pendampingan setelah jenazah tiba di rumah duka.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Garut yang telah memberikan perhatian dan membantu keluarga korban dalam situasi yang sangat berat ini,” ungkapnya.
Ia turut mengapresiasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Dinas Sosial Kabupaten Garut yang mendampingi keluarga korban, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan logistik maupun dukungan sosial selama proses penanganan musibah.
Duka Menyatukan Solidaritas
Aten Munajat menilai, di tengah musibah dan kehilangan, muncul solidaritas dari berbagai pihak. Pemerintah, petugas, relawan, masyarakat dan unsur lainnya bergerak bersama membantu keluarga korban.
Baginya, solidaritas tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak membiarkan keluarga korban menghadapi masa duka seorang diri.
“Di balik musibah ini kita melihat nilai kemanusiaan dan solidaritas yang begitu kuat. Banyak pihak hadir membantu, memberikan perhatian dan menguatkan keluarga yang sedang berduka,” tuturnya.
Ia berharap seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sementara keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Semoga mereka yang berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, husnul khatimah. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan. Hari ini Garut berduka,” pungkasnya.
Pemulangan korban tersebut sekaligus menjadi momen duka bagi keluarga dan masyarakat Garut, sekaligus pengingat bahwa aspek keselamatan dalam transportasi publik, termasuk pelayaran, membutuhkan perhatian dan tanggung jawab seluruh pihak.(Rus)













