Berita-24today.co.id || GARUT – Niat menunaikan salat Asar justru berujung kerugian bagi seorang atlet bola voli asal Kecamatan Cikajang. Rizal kehilangan tas berisi sejumlah barang berharga saat berada di kawasan SOR Ciateul atau RAA Adiwijaya, Kabupaten Garut, Senin (31/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika Rizal hendak melaksanakan salat Asar di masjid yang berada di kawasan SOR Ciateul. Sebelum masuk ke masjid, ia menyimpan tas miliknya di area teras. Tas tersebut berisi telepon seluler (HP), kunci sepeda motor, serta dompet yang berisi uang.
Rizal kemudian masuk untuk berwudu dan melaksanakan salat. Namun, setelah selesai beribadah, tas yang sebelumnya disimpan di teras ternyata sudah tidak berada di tempatnya.
“Saya mau salat kemudian wudhu, saya simpan tasnya. Saya titipkan ke istri, tapi sama istri tidak dibawa. Pas saya beres salat, mau dibawa sudah nggak ada,” ujar Rizal.
Kehilangan tersebut bukan hanya membuat Rizal kehilangan barang dan uang, tetapi juga menyulitkannya untuk membawa sepeda motor. Pasalnya, kunci kendaraan berada di dalam tas yang hilang, sedangkan dirinya tidak memiliki kunci cadangan.
Peristiwa ini kemudian mendapat perhatian Andang Maulana, pengurus cabang olahraga (cabor) bola voli KOK Kecamatan Cikajang yang bertugas sebagai koordinator tim atlet.
Andang menyayangkan terjadinya kehilangan di kawasan masjid yang berada dalam kompleks fasilitas olahraga tersebut. Menurutnya, kawasan SOR Ciateul menjadi salah satu lokasi yang ramai digunakan atlet dan masyarakat sehingga aspek keamanan perlu mendapat perhatian serius.
Ia mengingatkan seluruh atlet maupun pengguna fasilitas SOR agar tidak lengah menyimpan barang pribadi, sekalipun berada di tempat yang ramai.
“Perhatian buat semua, terutama buat atlet jangan lengah karena kriminal itu selalu ada. Buktinya tadi banyak orang di sini, tapi ya kecolongan juga,” kata Andang.
Andang berharap pengamanan di kawasan SOR Ciateul dapat ditingkatkan oleh dinas atau pihak pengelola. Menurutnya, keberadaan petugas keamanan sangat diperlukan ketika kawasan tersebut digunakan untuk kegiatan olahraga yang melibatkan banyak atlet dan masyarakat.
Ia juga menilai pengamanan seharusnya tetap menjadi perhatian meskipun kegiatan berlangsung di luar jam kerja.
“Untuk dinas, kami mohon peningkatan keamanan,” ujarnya.
Selain penambahan personel keamanan, Andang mendorong pemasangan maupun penambahan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis di kawasan SOR Ciateul.
Menurutnya, CCTV dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu pengawasan, sekaligus memberikan rasa aman bagi para atlet dan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.
Ia berharap CCTV yang sudah tersedia maupun yang nantinya ditambah tidak hanya dipasang, tetapi juga dioperasikan dan dipantau secara optimal selama kegiatan berlangsung.
Peristiwa kehilangan ini menjadi catatan bagi seluruh pihak. Pengelolaan fasilitas olahraga tidak hanya menyangkut kelancaran kegiatan, tetapi juga perlu diiringi sistem keamanan yang memadai agar atlet dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Sementara itu, para pengguna SOR Ciateul juga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan, meskipun berada di lingkungan fasilitas umum.(Rus)













