Berita-24today.co.id || GARUT – Persoalan Bank Emok yang masih menjadi keresahan sebagian masyarakat kembali menuai sorotan. Ketua Pemuda Akhir Zaman, Abah Muda, melontarkan kritik terhadap pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat yang dinilainya perlu lebih menitikberatkan perhatian pada persoalan ekonomi masyarakat.
Menurut Abah Muda, persoalan Bank Emok bukan perkara sepele. Di tengah tekanan ekonomi yang dihadapi warga, praktik pinjaman yang memberatkan, mekanisme penagihan yang dikeluhkan, hingga dugaan pelanggaran dalam kegiatan penyaluran pinjaman harus menjadi perhatian serius pemerintah dan instansi terkait.
“Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar wacana!” tegas Abah Muda.
Ia mempertanyakan prioritas pembicaraan pemerintah ketika keluhan masyarakat mengenai Bank Emok belum sepenuhnya mendapatkan penyelesaian yang dirasakan langsung oleh warga. Terlebih, muncul pembicaraan mengenai adu geulis sesama bus kota yang dinilainya berpotensi mengalihkan perhatian dari persoalan yang lebih mendesak.
Bagi Abah Muda, pemerintah semestinya menempatkan persoalan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan, perlindungan ekonomi, dan keresahan masyarakat sebagai prioritas utama.
Menurutnya, masyarakat yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup membutuhkan kepastian dan perlindungan. Karena itu, setiap keluhan yang disampaikan warga harus ditanggapi secara serius, bukan berhenti pada pernyataan atau pembicaraan yang belum menyentuh akar persoalan.
Khusus di Kabupaten Garut, Abah Muda meminta pemerintah daerah bersama instansi berwenang membuka ruang pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Setiap laporan terkait praktik Bank Emok, kata dia, perlu diverifikasi dan diperiksa secara objektif agar persoalan yang dialami warga dapat ditangani sesuai ketentuan hukum.
Ia juga mendorong adanya pengawasan terhadap praktik pemberian pinjaman dan proses penagihan. Apabila ditemukan pelanggaran, penanganannya harus dilakukan berdasarkan bukti dan aturan yang berlaku.
“Jangan biarkan masyarakat berjuang sendirian menghadapi persoalan Bank Emok. Jika ada praktik yang melanggar aturan, periksa dan tindak sesuai hukum. Rakyat membutuhkan perlindungan, kepastian, dan keberpihakan nyata!” ujarnya.
Abah Muda menegaskan, kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap keresahan masyarakat. Ia berharap pemerintah tidak hanya merespons persoalan melalui pernyataan, tetapi juga menghadirkan langkah konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam menangani persoalan masyarakat tidak cukup diukur dari banyaknya program atau pernyataan yang disampaikan kepada publik. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana kebijakan dan tindakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menghadapi kesulitan.
Rakyat Menunggu Solusi, Bukan Sekadar Pernyataan
Sorotan terhadap persoalan Bank Emok menjadi pengingat bahwa keluhan masyarakat membutuhkan tindak lanjut yang jelas. Pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, diharapkan mampu membangun koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan setiap aduan ditangani secara transparan dan bertanggung jawab.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir, mendengar, dan memberikan solusi. Pembicaraan mengenai hal lain tentu dapat menjadi bagian dari ruang publik, tetapi persoalan yang menyangkut beban ekonomi dan perlindungan warga tidak semestinya kehilangan prioritas.
Bagi Abah Muda, pesan yang ingin disampaikan sederhana: pemerintah harus memastikan bahwa keresahan masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan tanpa penyelesaian.
Rakyat tidak hanya membutuhkan janji dan wacana. Rakyat menunggu solusi nyata yang bisa dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. (Rus)
![]()














