Example floating
Example floating
Daerah

SURAT TERBUKA UNTUK BUPATI DAN KETUA DPRD KABUPATEN NAGEKEO

72
×

SURAT TERBUKA UNTUK BUPATI DAN KETUA DPRD KABUPATEN NAGEKEO

Sebarkan artikel ini

Me


Berita-24today.co.id, Nagekeo, NTT-Menuntut Ketegasan Pemerintah Daerah atas Dugaan Penghinaan terhadap Masyarakat Nagekeo

Kepada Yth.

1. Bupati Nagekeo

2. Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo

Di- Nagekeo

Salam sehat untuk kita semua.

Dalam dua hari terakhir, publik Nagekeo ramai menyuarakan keprihatinan melalui media sosial TikTok dan Facebook terkait dugaan penghinaan terhadap masyarakat Nagekeo yang diduga dilakukan oleh seseorang bernama Hans Mawo melalui siaran langsung TikTok. Rekaman tersebut telah beredar luas dan menjadi perhatian banyak orang, termasuk masyarakat Nagekeo di tanah rantau.

Peristiwa ini telah melukai perasaan banyak warga Nagekeo. Terlebih, dalam rekaman yang beredar, terdapat ucapan yang dinilai merendahkan martabat masyarakat, mulai dari kaum ibu, para gadis remaja, hingga kaum bapak.

Sebagai sesama orang Nagekeo, tentu kita merasa prihatin. Namun, persoalan ini harus disikapi secara bijaksana, tegas, dan bermartabat.

Bapak Bupati dan Bapak Ketua DPRD yang saya hormati,

Kami memahami bahwa langkah klarifikasi yang berujung pada permintaan maaf dari yang bersangkutan di salah satu kantor kepolisian di wilayah Surabaya merupakan langkah yang patut dihargai demi mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Namun, apakah permintaan maaf harus menjadi akhir dari persoalan ini?

Menurut saya, permintaan maaf memang penting, tetapi persoalan yang menyangkut martabat dan harga diri masyarakat tidak boleh berhenti pada pernyataan maaf semata. Perlu ada langkah penyelesaian yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperhatikan nilai-nilai adat dan budaya Nagekeo.

Kami tidak menghendaki adanya tindakan main hakim sendiri. Kami juga tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi permusuhan antarsesama anak bangsa. Yang kami harapkan adalah penyelesaian yang adil, bermartabat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bapak Bupati dan Bapak Ketua DPRD yang kami banggakan,

Sebagai masyarakat, saya ingin mengajukan pertanyaan sederhana:

Apakah Pemerintah Kabupaten Nagekeo akan memilih diam, bersikap pasif, atau mengambil langkah nyata dalam menyikapi persoalan ini?

Tentu, harapan kami adalah pemerintah daerah hadir dan menunjukkan kepedulian terhadap aspirasi masyarakatnya.

Kami berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo bersama DPRD dapat mengambil langkah-langkah yang bijaksana, terukur, dan solutif untuk membantu mendorong penyelesaian persoalan ini. Kehadiran pemerintah bukan untuk mengintervensi proses hukum, melainkan untuk memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan melalui jalur yang tepat.

Karena itu, kami berharap pada Senin, 26 Oktober 2026, pemerintah daerah dapat menunjukkan sikap dan langkah konkret dalam merespons persoalan yang sedang menjadi perhatian masyarakat Nagekeo.

DUA TUNTUTAN KAMI

Sebagai bentuk aspirasi masyarakat, ada dua hal yang kami harapkan:

1. Penyelesaian melalui hukum positif. Mendorong agar dugaan penghinaan ini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menghormati hak semua pihak dan asas praduga tak bersalah.

2. Penyelesaian melalui hukum adat. Mendorong adanya ruang penyelesaian secara adat sesuai nilai, norma, dan kearifan lokal Nagekeo, sebagai bagian dari upaya memulihkan martabat serta menjaga keharmonisan hubungan sosial.

Kami percaya bahwa hukum positif dan nilai-nilai adat dapat menjadi perhatian dalam mencari penyelesaian yang adil, sepanjang pelaksanaannya tetap menghormati ketentuan hukum dan hak semua pihak.

PENUTUP

Bapak Bupati dan Bapak Ketua DPRD yang kami hormati,

Kami tidak sedang mengajak siapa pun untuk membenci atau memusuhi seseorang. Kami hanya ingin agar martabat masyarakat Nagekeo dihormati dan setiap persoalan diselesaikan secara bertanggung jawab.

Jangan biarkan suara masyarakat hanya menjadi riuh di media sosial tanpa mendapat perhatian dan respons yang jelas.

Kami menuntut keadilan, bukan balas dendam. Kami mengharapkan ketegasan, bukan kemarahan. Kami menginginkan penyelesaian yang bermartabat, bukan permusuhan berkepanjangan.

Semoga persoalan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menjaga harga diri, persaudaraan, dan kehormatan masyarakat Nagekeo di mana pun berada.

Terima kasih.

Penulis: Om Heron Jo – Konten Kreator

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *