Example floating
Example floating
Pemerintahan

BPBD DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur Gelar Simulasi Gempa Bumi

7
×

BPBD DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur Gelar Simulasi Gempa Bumi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Berita-24today.co.id || Jakarta Timur, (21/10/2026) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar simulasi gempa bumi di Ruang Serbaguna Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan petugas, pegawai, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana serta meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Simulasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Nomor 44 Tahun 2026 tentang Simulasi Gempa Secara Serentak di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. Gedung-gedung pemerintahan menjadi lokasi prioritas sebagai proyek percontohan (*pilot project*), dengan pelaksanaan simulasi secara serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Example 300x600

Selain melatih prosedur evakuasi, kegiatan ini juga memperkenalkan aplikasi Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Aplikasi tersebut merupakan sistem peringatan dini gempa bumi yang dirancang untuk mendeteksi gelombang seismik awal dan menyampaikan peringatan sebelum gelombang getaran yang lebih kuat mencapai lokasi tertentu, sehingga memberikan waktu bagi masyarakat untuk melakukan tindakan penyelamatan.

Sekretaris BPBD DKI Jakarta, Ali Mansur Siregar, yang membuka kegiatan tersebut menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, seluruh tahapan simulasi evakuasi dari lantai 1 hingga lantai 8 berjalan lancar.

Kegiatan ini melibatkan 20 petugas gabungan, termasuk 10 personel BPBD Jakarta Timur serta petugas lainnya yang disiagakan untuk mendukung kelancaran simulasi.

“Para petugas serta pegawai di lokasi melaksanakan evakuasi dan prosedur tetap (protap) kebencanaan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan prosedur diakhiri dengan pelaporan kondisi keamanan di setiap lantai kepada Komandan Peleton (Danton) yang bertugas,” jelasnya.

Ali mengakui bahwa simulasi yang dilaksanakan secara mendadak sempat mengejutkan sejumlah peserta. Namun, mereka dapat beradaptasi dengan cepat dan mengikuti arahan petugas di lapangan sehingga proses evakuasi dapat berlangsung dengan baik.

Meski demikian, berdasarkan evaluasi setelah simulasi, masih diperlukan peningkatan dalam kecepatan penyampaian tanda bahaya melalui sirene serta kesiapsiagaan personel. Perbaikan tersebut diharapkan dapat mendukung penyampaian informasi darurat secara lebih cepat dan tepat kepada seluruh penghuni gedung.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Kepala Bagian Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur, Carlos Damanik, Ali menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana.

“Meskipun bencana tidak diharapkan terjadi, kesiapsiagaan seluruh elemen petugas dan masyarakat sangat penting untuk meminimalisasi risiko dampak bencana di masa mendatang,” tegasnya.

Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh petugas dan pegawai di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Timur semakin memahami prosedur evakuasi, mengenali jalur penyelamatan, serta mampu bertindak cepat dan tepat ketika terjadi gempa bumi. Evaluasi yang dilakukan juga menjadi dasar untuk meningkatkan efektivitas sistem peringatan dini dan koordinasi penanganan keadaan darurat di lingkungan perkantoran pemerintahan.

 

  • Sumber : Diskominfotik Jakarta Timur
  • Editor : S Erfan Nurali
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *