Example floating
Example floating
Pemerintahan

SD Sadit Persis Tarogong 2 Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan, Ini Pesan DPPKBPPPA Garut

10
×

SD Sadit Persis Tarogong 2 Gelar Sosialisasi Anti-Perundungan, Ini Pesan DPPKBPPPA Garut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Berita-24today.co.id || GARUT – Upaya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan terus diperkuat melalui edukasi kepada anak sejak usia dini. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, M.Si., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan edukasi bahaya perundungan bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Sadit Persis Tarogong 2, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SD Sadit Persis Tarogong 2 tersebut mengusung tema “Bersama Melawan Perundungan”, dengan pesan utama berani baik, berani peduli, dan berani mencari bantuan.

Example 300x600

Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan, berbagai bentuk perilakunya, serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Kehadiran Yayan Waryana sebagai pemateri menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman peserta didik mengenai pentingnya perlindungan anak dan pencegahan tindakan yang dapat mengganggu tumbuh kembang serta kondisi psikologis anak.

Kenali Bentuk dan Bahaya Perundungan

Perundungan merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dan melibatkan ketimpangan kekuatan, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis. Perilaku ini dapat terjadi melalui tindakan langsung ataupun media digital.

Di lingkungan sekolah, perundungan dapat berbentuk kekerasan fisik, ejekan, penghinaan, pemberian julukan yang merendahkan, ancaman, pengucilan dari pergaulan, hingga tindakan mempermalukan teman di hadapan orang lain.

Dampaknya tidak boleh dianggap sepele. Anak yang mengalami perundungan dapat kehilangan rasa percaya diri, merasa takut datang ke sekolah, mengalami tekanan emosional, serta menghadapi hambatan dalam proses belajar dan bersosialisasi.

Karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar siswa mampu membedakan perilaku bercanda yang sehat dengan tindakan yang menyakiti atau merendahkan orang lain.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihormati, dan diperlakukan secara adil di lingkungan pendidikan.

“Berani Baik, Berani Peduli, Berani Mencari Bantuan”

Tema “Bersama Melawan Perundungan” membawa tiga pesan utama yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, berani baik. Siswa diajak membangun kebiasaan saling menghormati, menggunakan perkataan yang santun, menerima perbedaan, serta tidak menjadikan kekurangan teman sebagai bahan ejekan.

Kedua, berani peduli. Setiap siswa diharapkan memiliki kepedulian terhadap teman yang mengalami perundungan. Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan tidak ikut mengejek, tidak menyebarkan penghinaan, serta memberikan dukungan kepada teman yang membutuhkan pertolongan.

Ketiga, berani mencari bantuan. Siswa perlu memahami bahwa melaporkan perundungan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya bukanlah tindakan mengadu tanpa alasan, melainkan langkah untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Ketiga pesan tersebut menegaskan bahwa upaya melawan perundungan tidak cukup hanya dengan memberikan pemahaman tentang perilaku yang salah. Anak juga perlu dibekali keberanian untuk mengambil tindakan yang aman dan tepat ketika menghadapi situasi tersebut.

Peran Sekolah dan Keluarga dalam Melindungi Anak

Pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah melalui program perlindungan anak.

Sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya saling menghargai, menyediakan mekanisme pengaduan yang aman, serta menindaklanjuti laporan perundungan secara serius dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.

Sementara itu, orang tua perlu membangun komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman menceritakan pengalaman yang dialaminya. Respons yang tenang dan tidak menyalahkan anak menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan ketika anak menghadapi masalah.

Sebagai pemateri, Yayan Waryana memberikan ruang bagi penguatan edukasi mengenai bahaya perundungan dan pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pencegahan perundungan harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya melalui sosialisasi, tetapi juga melalui kebiasaan dan tindakan nyata setiap hari.

Melalui edukasi di SD Sadit Persis Tarogong 2, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya menghormati sesama, berani bersikap baik, peduli terhadap teman, dan mencari bantuan ketika menghadapi perundungan.

Bersama melawan perundungan berarti memastikan setiap anak dapat belajar tanpa rasa takut, berteman tanpa diskriminasi, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman serta mendukung masa depan mereka. (Rus)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *