Berita-24today.co.id || SURAKARTA – Upaya mengatasi persoalan sampah rumah tangga terus dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan pengelolaan sampah dari sumbernya. Salah satu langkah yang ditempuh di wilayah Kelurahan Kemlayan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, yakni melalui pembuatan TEBA di setiap Rukun Warga (RW) sebagai sarana penampungan dan pengolahan sampah organik.
Babinsa Kemlayan Koramil 03/Serengan, Kodim 0735/Surakarta, Serka Priyanto, turut memberikan dukungan dan pendampingan terhadap program yang dilaksanakan pihak kelurahan tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (26/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB.
Program pembuatan TEBA menggunakan bis beton sebagai bak penampungan sampah, terutama sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga. Upaya ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih disiplin memilah sampah sebelum membuangnya, sekaligus mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke tempat penampungan sementara maupun tempat pemrosesan akhir.
Persoalan sampah rumah tangga hingga kini menjadi tantangan di berbagai wilayah perkotaan. Sampah yang tercampur antara bahan organik dan nonorganik dapat menyulitkan proses pengolahan, sementara peningkatan volume sampah turut menambah beban sistem pengangkutan dan tempat pemrosesan akhir.
Melalui program tersebut, warga didorong untuk memisahkan sampah organik, seperti sisa sayuran dan bahan alami lainnya, dari sampah anorganik yang memerlukan penanganan berbeda.
Serka Priyanto menjelaskan, pembuatan TEBA di setiap RW merupakan salah satu upaya pihak kelurahan dalam menyikapi persoalan sampah sekaligus membangun kebiasaan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, sampah organik yang terkumpul di dalam bak dapat mengalami proses penguraian secara bertahap. Dengan pengelolaan yang tepat, termasuk penggunaan mulsa atau bahan penutup sesuai kebutuhan, sampah organik tersebut berpotensi diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
“Sebagai Babinsa di wilayah Kelurahan Kemlayan, kami selalu mendukung program-program yang dilaksanakan pihak kelurahan. Kami juga berupaya mendampingi kegiatan di lapangan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah organik dan nonorganik,” ungkap Serka Priyanto.
Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada penyediaan sarana penampungan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Karena itu, keterlibatan warga menjadi faktor penting agar fasilitas TEBA dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak justru menjadi tempat penumpukan sampah yang tidak terkelola.
Melalui pendampingan Babinsa bersama pihak kelurahan, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah yang dibuang, serta memanfaatkan sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Program pembuatan TEBA ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan Kelurahan Kemlayan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Rus)














