Berita-24today.co.id || MEDAN – Badia Sitorus, S.Sos., menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Bakal Calon Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Sumatera Utara. Dengan membawa semangat perjuangan, persatuan, dan nilai-nilai Marhaenisme, Badia menawarkan gagasan kepemimpinan yang inklusif melalui visi besar: “Tidak Ada Satu Pun yang Tertinggal.”
Visi tersebut menjadi landasan Badia dalam mendorong PA GMNI Sumatera Utara menjadi organisasi alumni yang solid, progresif, dan berkemajuan, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
Menurut Badia, kepemimpinan bukan sekadar tentang menduduki jabatan struktural, melainkan menyangkut keberanian mengambil tanggung jawab, membangun solidaritas, merangkul seluruh potensi alumni, dan menghadirkan perubahan nyata bagi organisasi.
Ia menilai, PA GMNI Sumatera Utara harus menjadi rumah besar bagi seluruh alumni GMNI tanpa membedakan latar belakang, profesi, maupun posisi sosial dan politik. Setiap alumni harus memiliki ruang, kesempatan, dan peran untuk berkontribusi dalam membesarkan organisasi.
“Tidak boleh ada alumni yang merasa ditinggalkan atau tidak mendapatkan ruang untuk berkontribusi. PA GMNI harus menjadi rumah bersama, tempat seluruh potensi alumni disatukan untuk kepentingan organisasi dan kemajuan Sumatera Utara,” demikian semangat yang ingin dibangun melalui visi tersebut.
Dalam gagasan kepemimpinannya, Badia menawarkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat eksistensi, soliditas, dan peran PA GMNI Sumatera Utara.
VISI
“Tidak Ada Satu Pun yang Tertinggal.”
MISI
- Membangun kemitraan strategis dengan pemerintah. Menjadikan PA GMNI Sumatera Utara sebagai mitra strategis pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, dalam mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.
- Mendorong distribusi dan aktualisasi potensi alumni. Membangun wadah besar untuk memperkuat peran serta distribusi kader dan alumni ke berbagai sektor strategis, meliputi pemerintahan, politik, ekonomi, pendidikan, sosial, dan sektor profesional lainnya.
- Mengembalikan dan memperkuat marwah organisasi. Menghadirkan program kerja yang terstruktur, terarah, terukur, dan berkelanjutan demi meningkatkan kapasitas serta eksistensi PA GMNI Sumatera Utara.
Badia memandang bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada persatuan, soliditas, dan kemampuan mengonsolidasikan seluruh potensi yang dimiliki para alumni. Oleh karena itu, penguatan konsolidasi internal, komunikasi antargenerasi, serta perawatan nilai-nilai persaudaraan menjadi agenda penting dalam membangun PA GMNI Sumatera Utara ke depan.
Baginya, PA GMNI tidak boleh hanya menjadi tempat berkumpulnya para alumni, tetapi harus berkembang menjadi wadah perjuangan, pengabdian, dan aktualisasi gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Momentum regenerasi kepemimpinan PA GMNI Sumatera Utara juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, menyatukan gagasan, serta membangun arah organisasi yang lebih jelas dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Dengan semangat Marhaenisme dan nilai-nilai perjuangan GMNI, Badia Sitorus menawarkan kepemimpinan yang mengedepankan kebersamaan, keterlibatan seluruh alumni, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
“Bersatu dalam gagasan, bergerak dalam perjuangan, dan hadir untuk kemajuan Sumatera Utara. Tidak ada satu pun yang tertinggal.”
Semangat tersebut menjadi landasan Badia Sitorus dalam mendorong terwujudnya PA GMNI Sumatera Utara yang solid, progresif, bermartabat, dan berkemajuan.
PA GMNI SUMATERA UTARA: SOLID, PROGRESIF, DAN BERKEMAJUAN!
Sumber : Tim Redaksi
Editor : S Erfan Nurali
#BadiaSitorus #PAGMNISumut #GMNI #AlumniGMNI #Marhaenisme #SumateraUtara #RegenerasiKepemimpinan #TidakAdaSatuPunYangTertinggal

















