Berita-24today.co.id || BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat edukasi dan pembudayaan antikorupsi melalui Roadshow Antikorupsi ke berbagai wilayah Selatan Bogor, bertujuan meningkatkan integritas aparatur dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan korupsi.
Roadshow Antikorupsi yang digelar di Kecamatan Cisarua, Selasa (20/10/2026) ini, merupakan pelaksanaan kedelapan setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Sukaraja, Cibinong, Cariu, Cileungsi, Sukamakmur, dan Caringin.
Inspektur Pembantu (Irban) V Inspektorat Kabupaten Bogor, Temsy Nurdin, mengatakan, edukasi dan pencegahan merupakan langkah penting dalam membangun budaya antikorupsi.
Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga perlu disertai penguatan pemahaman dan sistem pengawasan agar potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bukan hanya mengenai hal-hal yang dilarang, tetapi juga apa yang harus dilakukan agar penyimpangan tidak terjadi, baik di tingkat kecamatan maupun desa,” ujar Temsy.
Ia menjelaskan, kecamatan memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat. Oleh karena itu, aparatur kecamatan hingga pemerintah desa diharapkan mampu menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai integritas, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik.
Temsy menambahkan, penguatan sistem pengawasan harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman aparatur dan masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan, keterbukaan, serta tanggung jawab dalam pengelolaan pemerintahan dan keuangan menjadi bagian penting dari upaya mencegah praktik korupsi secara sistematis.
Sementara itu, Camat Cisarua, Heri Risnandar, menyambut baik pelaksanaan Roadshow Antikorupsi sebagai sarana edukasi untuk memperluas pemahaman mengenai integritas sejak dini.
Ia juga mendukung pengembangan program Master Cilik Antikorupsi di setiap sekolah. Program tersebut diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada para siswa sejak usia sekolah.
Heri berharap, melalui kegiatan ini, budaya antikorupsi semakin mengakar dan diterapkan tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di sekolah serta masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Bogor mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, satuan pendidikan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat integritas serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
- Penulis : Al Mujahid
- Editor : S Erfan Nurali

















