Berita-24today.co.id || MEDAN — Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Demokrasi Indonesia Sumatera Utara (DPD PDI Sumut) mengapresiasi sikap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang dinilai berani menyampaikan kondisi keamanan, peredaran narkoba, dan tingginya kriminalitas di Sumatera Utara secara terbuka di hadapan Kapolri dalam kunjungan kerja di Medan.
DPD PDI Sumut menilai keterbukaan tersebut merupakan bentuk keberanian seorang pemimpin dalam menyampaikan fakta dan persoalan yang dihadapi masyarakat, alih-alih sekadar menyuguhkan laporan yang menyenangkan pimpinan atau dikenal dengan istilah Asal Bapak Senang (ABS).
Ketua DPD PDI Sumut, Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., mengatakan bahwa pemimpin yang baik harus berani mengungkap kondisi riil di lapangan agar persoalan dapat dievaluasi dan ditangani secara serius.
“Ini baru pemimpin. Kami mengapresiasi langkah Gubernur Bobby Nasution yang berani menyampaikan fakta sebenarnya di depan Kapolri. Jangan sampai laporan kepada pimpinan hanya berisi kondisi yang baik-baik saja atau sekadar ‘Asal Bapak Senang’ (ABS),” tegas Paulus Gulo.
Menurut Paulus, persoalan narkoba dan kriminalitas tidak boleh ditutupi demi membangun citra positif suatu daerah. Sebaliknya, keterbukaan mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat harus menjadi titik awal untuk merumuskan langkah penanganan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
“Kalau penyakitnya ditutupi, bagaimana mau disembuhkan? Kejujuran mengenai kondisi di lapangan justru harus menjadi awal untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberanian mengungkap persoalan bukanlah bentuk kelemahan pemerintah daerah, melainkan langkah penting untuk mendorong evaluasi dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta aparat penegak hukum.
Paulus menilai, apabila persoalan narkoba dan kriminalitas masih menjadi tantangan serius di Sumatera Utara, seluruh pihak harus berani mengakui kondisi tersebut dan mengambil langkah nyata untuk mengatasinya.
“Jangan takut menyampaikan fakta. Justru dari fakta itulah solusi bisa dirumuskan. Kalau memang persoalannya berat, maka penanganannya juga harus lebih serius dan terukur,” katanya.
DPD PDI Sumut juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran narkoba dan penanggulangan kriminalitas.
Menurut Paulus, keberhasilan penanganan persoalan keamanan tidak cukup diukur dari laporan maupun publikasi yang menggambarkan situasi positif. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan keamanan dan ketertiban dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat membutuhkan keamanan yang nyata, bukan sekadar pencitraan. Kalau masih ada persoalan narkoba dan kriminalitas, mari kita akui dan kita lawan bersama-sama,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan yang ditunjukkan Gubernur Bobby Nasution diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jajaran terkait untuk memperkuat komitmen dalam membenahi persoalan keamanan di Sumatera Utara.
Paulus menegaskan bahwa apresiasi tersebut juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya perbaikan tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Gubernur Bobby Nasution menunjukkan bahwa persoalan di daerah harus dihadapi dengan kerja nyata. Kami di Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut berdiri bersama masyarakat dan mendukung langkah-langkah nyata dalam perang melawan narkoba dan kriminalitas,” pungkas Paulus Gulo.
DPD PDI Sumut berharap keterbukaan dalam menyampaikan kondisi keamanan daerah dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan dan langkah penanganan yang konsisten, terukur, serta berkelanjutan. Dengan demikian, upaya pemberantasan narkoba dan penekanan angka kriminalitas tidak berhenti pada penyampaian fakta, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat Sumatera Utara.
- Sumber : Tim Redaksi
- Editor : S Erfan Nurali

















