Berita-24today.co.id || Garut – Peredaran obat-obatan keras seperti Tramadol dan Eximer yang dijual bebas via warung ilegal kian meresahkan warga Kabupaten Garut. Bukan sekadar melanggar hukum, maraknya obat keras ini jadi pemicu utama melonjaknya angka kriminalitas, khususnya di kalangan remaja dan pemuda.
Kondisi ini makin memprihatinkan setelah terjadi insiden kecelakaan pada hari Kamis, (23/07/2026) sekitar pukul 12:26 WIB, yang melibatkan sopir angkot jurusan Cilawu yang menabrak pengendara sepeda motor itupun sangat disayangkan harus terjadi, dan diduga kuat sang sopir angkot dalam pengaruh obat Tramadol.
KNPI dorong Kegiatan Positif dan Tindakan Nyata.
Menanggapi fenomena berbahaya tersebut, Ketua DPD KNPI Garut, Agil Sahrijal, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menjaga generasi muda, mulai dari Keluarga, lingkungan sekitar, Ulama, Asatidz, Ajengan, RT,RW Kepala Desa hingga Pemerintah daerah.
“Ini sudah darurat. Kita tidak bisa lagi hanya sebatas himbauan. Harus ada tindakan nyata dan konsisten dari Aparat Penegak Hukum, BNN, serta pemerintah daerah untuk menutup dan menindak tegas jaringan penjual obat-obatan ilegal ini,” tegas Agil, Minggu, (26/7/2026).
KNPI Garut juga berkomitmen memfasilitasi pemuda agar lebih aktif dalam kegiatan sosial produktif, termasuk pengembangan sektor UMKM, demi mengalihkan energi generasi muda ke arah yang lebih positif.
- Penulis : Dian
- Editor : S Erfan Nurali















