Berita-24today.co.id || Garut – Gunung Cikuray, gunung tertinggi di Kabupaten Garut yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat, kini menghadapi ancaman serius. Kawasan yang seharusnya menjadi hutan lindung dan daerah resapan air semakin banyak mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian, bahkan di sejumlah titik kondisi tersebut telah mendekati kawasan puncak gunung.
Perubahan bentang alam ini memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak. Pepohonan yang dahulu tumbuh lebat kini berganti dengan tanaman pertanian musiman. Akibatnya, tutupan vegetasi yang berfungsi menahan air hujan dan mengikat tanah terus berkurang sehingga meningkatkan risiko longsor, erosi, hingga berkurangnya debit mata air di wilayah sekitar.
Kekhawatiran ini juga disampikan oleh Relawan Bencana, RENTAN Kab. Garut, Iyan Suriyana.
“Nah, terlihat jelas kan itu gunung jadi gundulnya hampir mendekati puncak.
Padahal Gunung Cikuray itu memiliki peran penting sebagai kawasan konservasi sekaligus daerah tangkapan air bagi masyarakat di Kabupaten Garut. Kerusakan yang terjadi di kawasan hulu bukan hanya berdampak pada ekosistem pegunungan, tetapi juga berpotensi memicu bencana di wilayah hilir ketika musim hujan tiba yang sepertinya sebentar lagi”. ujar Iyan Suryana ketika ditemui dikediamannya di Kp. Walahir Kec Sukaresmi Kab. Garut. Minggu, (26//07/2026).
Kekhawatiran terhadap alih fungsi lahan di Gunung Cikuray sebenarnya bukan hal baru. Sejak beberapa tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Garut telah mengingatkan agar kawasan konservasi tersebut tidak dijadikan lahan pertanian karena dapat merusak keseimbangan lingkungan.
Pada awal tahun 2026, BPBD Kabupaten Garut bersama sejumlah instansi terkait bahkan melakukan peninjauan langsung ke kawasan Gunung Cikuray. Hasil pemantauan menunjukkan banyak kawasan hutan yang telah berubah fungsi menjadi lahan pertanian. Kondisi ini dinilai meningkatkan potensi bencana longsor karena vegetasi penahan tanah semakin berkurang.
Kelestarian Gunung Cikuray bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Upaya reboisasi, pengawasan terhadap alih fungsi lahan, penegakan aturan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar melalui kegiatan yang ramah lingkungan menjadi langkah penting agar kerusakan tidak semakin meluas.
Gunung Cikuray merupakan warisan alam yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan wisata. Jika kerusakan terus dibiarkan, generasi mendatang mungkin hanya akan mengenal keindahan Gunung Cikuray melalui foto dan cerita. Sudah saatnya semua pihak bersatu menjaga hutan, mengembalikan fungsi kawasan konservasi, dan memastikan Gunung Cikuray tetap hijau demi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat Garut.
- Penulis : Dian
- Editor : S Erfan Nurali













