Berita-24today.co.id || JAKARTA TIMUR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SDN Bambu Apus 03 Pagi, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, resmi ditutup pada Jumat (17/7/2026). Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan berbagai ekstrakurikuler siswa sekaligus penyuluhan tentang pencegahan bullying dan kenakalan remaja oleh Direktorat Samapta Polda Metro Jaya.
Kegiatan yang digelar di halaman SDN Bambu Apus 03 Pagi, Jalan Al-Ikhlas No. 1, Kelurahan Bambu Apus, merupakan hasil kolaborasi sekolah bersama Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kecamatan Cipayung. Sinergi tersebut melibatkan sekolah, kepolisian, pemerintah, komite sekolah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat dalam membangun karakter peserta didik sejak usia dini.
Pada tahun ajaran baru ini, SDN Bambu Apus 03 Pagi menerima 96 siswa baru yang terbagi dalam tiga rombongan belajar. Selama lima hari pelaksanaan MPLS, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah melalui pendekatan yang menyenangkan, ramah anak, dan berorientasi pada proses adaptasi dari jenjang taman kanak-kanak ke sekolah dasar.
Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi antusiasme siswa. Beragam ekstrakurikuler tampil memeriahkan acara, mulai dari seni lukis, karate, PMR dan Dokter Kecil dengan edukasi pemilahan sampah, pertolongan pertama (P3K), praktik cuci tangan yang benar, tari, pantomim, Pramuka, pencak silat, drumband, hingga penampilan Otrad.
Prosesi penutupan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, sambutan kepala sekolah, hingga pemasangan dasi dan topi kepada dua perwakilan siswa baru oleh Kepala SDN Bambu Apus 03 Pagi, Tri Ningsih, S.Pd, sebagai simbol berakhirnya MPLS.
Setelah seremoni, orang tua siswa mengikuti literasi keuangan yang disampaikan oleh Pegadaian sebagai bagian dari edukasi keluarga.
Polisi Ajak Siswa Bangun Karakter Sejak Dini
Dalam penyuluhannya, Ipda Ambarita dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengajak para siswa memanfaatkan masa sekolah untuk membangun masa depan melalui disiplin, semangat belajar, dan perilaku positif.
“Masa remaja adalah masa yang paling penting untuk membangun masa depan. Jangan sia-siakan masa remaja kalian, karena yang menentukan siapa kalian di masa depan adalah diri kalian sendiri,” ujar Ipda Ambarita.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi berbagai perilaku negatif, seperti bullying, kekerasan, dan tindakan yang melanggar hukum. Edukasi tersebut diberikan sebagai upaya menanamkan kesadaran hukum dan nilai-nilai moral sejak usia sekolah dasar.
Kolaborasi Pendidikan dan Kepolisian
Kasatlak Pendidikan Kecamatan Cipayung, Rinawati, M.Pd., mengapresiasi kolaborasi yang menghadirkan kepolisian dalam rangkaian MPLS.
Menurutnya, masa transisi dari TK ke SD merupakan fase penting sehingga siswa tidak langsung dibebani pembelajaran formal, melainkan diperkenalkan terlebih dahulu pada lingkungan sekolah melalui aktivitas bermain dan belajar yang menyenangkan.
“Kami sangat mengapresiasi adanya sosialisasi dari kepolisian. Ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran hukum, membangun karakter, serta menjaga keamanan anak-anak sejak usia dini. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat,” katanya.
FKKS Dorong Sinergi Sekolah dan Masyarakat
Perwakilan FKKS Kecamatan Cipayung, Anandhela Heni M. Sindar, mengatakan pihaknya bersama sekolah telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama berbagai program pendidikan.
Melalui program roadshow ke sekolah-sekolah di Kecamatan Cipayung, FKKS akan mendukung penyediaan narasumber, pendanaan kegiatan edukatif, hingga pemberdayaan pelaku UMKM lokal dalam berbagai agenda sekolah.
“Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk mendukung kegiatan sekolah melalui sinergi antara komite sekolah, UMKM, sponsor, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Kepala Sekolah: MPLS Harus Ramah Anak
Kepala SDN Bambu Apus 03 Pagi, Tri Ningsih, S.Pd., mengatakan MPLS dirancang agar siswa kelas satu dapat beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, siswa dikenalkan dengan ruang kelas, UKS, ruang guru, area bermain, hingga berbagai fasilitas sekolah melalui permainan edukatif dan aktivitas yang menyenangkan.
Menurutnya, kehadiran Ipda Ambarita sebagai narasumber diharapkan dapat memberikan teladan sekaligus membangun pemahaman siswa tentang pentingnya menjauhi tindakan kriminal maupun perundungan.
“Kami ingin anak-anak memiliki karakter yang baik sejak dini. Edukasi seperti ini penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, saling menghargai, dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan,” ujar Tri Ningsih.
Dihadiri Berbagai Unsur
Penutupan MPLS turut dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Bambu Apus Iptu Sahyudi, perwakilan Puskesmas Bambu Apus, Kelurahan Bambu Apus, Ketua FKKS Kecamatan Cipayung Jumadi, komite sekolah, guru, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.
Melalui kolaborasi antara sekolah, kepolisian, pemerintah, komite sekolah, dan masyarakat, SDN Bambu Apus 03 Pagi berharap MPLS menjadi lebih dari sekadar pengenalan lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi pembentukan karakter, kedisiplinan, serta budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan sejak hari pertama siswa mengenyam pendidikan dasar.
- Penulis : S Erfan Nurali
- Editor : Redaksi













