Berita24today.co.id || GARUT – Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar kegiatan Energy Corner pada Rabu, 13 Mei 2026, sebagai ruang konsolidasi dan diskusi strategis terkait masa depan energi nasional, khususnya percepatan pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Indonesia.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari unsur pemerintah, industri, hingga praktisi energi. Hadir dalam forum itu Direktur Panas Bumi EBTKE Kementerian ESDM RI, Bupati Garut, perwakilan Pertamina Geothermal Energy, Star Energy Geothermal, serta sejumlah praktisi dan pemerhati energi nasional.
Forum ini menjadi wadah dialog lintas sektor untuk membahas tantangan dan peluang pengembangan energi baru terbarukan di tengah upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi dan mendorong transisi menuju energi bersih berkelanjutan.
Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Wakil Sekretaris Jenderal ESDM PB HMI, Taofik, menyampaikan bahwa Energy Corner merupakan bentuk komitmen PB HMI dalam membangun pemahaman yang komprehensif mengenai isu energi nasional sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi.
Menurutnya, fokus utama pembahasan kali ini adalah pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu energi masa depan Indonesia yang memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Dorongan dan dukungan generasi muda, baik mahasiswa, pemuda, maupun masyarakat sangat penting, karena mau tidak mau geothermal adalah energi bersih, berkelanjutan, berdampak nyata, dan memberikan sumbangsih terhadap keuangan daerah,” ujar Taofik.
Ia menilai, masih banyak pandangan keliru di tengah masyarakat terkait pengembangan panas bumi, termasuk di daerah yang memiliki potensi besar seperti Kabupaten Garut. Menurutnya, penolakan terhadap proyek geothermal sering kali dipicu oleh minimnya literasi dan informasi yang utuh mengenai manfaat serta dampak pengelolaannya.
“Hal ini tentu bisa dimaklumi karena masih minimnya literasi publik terkait panas bumi. Padahal pengembangan geothermal bukan hanya bicara energi, tetapi juga menyangkut masa depan ketahanan energi nasional, pembangunan daerah, hingga kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber juga menyoroti besarnya potensi panas bumi Indonesia yang merupakan salah satu terbesar di dunia. Potensi tersebut dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung target pemerintah menuju net zero emission.
Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat keterlibatan generasi muda dalam mengawal kebijakan energi nasional, termasuk memastikan pengembangan energi panas bumi berjalan beriringan dengan aspek lingkungan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Melalui Energy Corner, PB HMI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari garda terdepan dalam mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Organisasi mahasiswa tersebut juga berharap lahir kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, dunia industri, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung transisi energi bersih nasional.(Rus)

















