Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Sekda Garut dan Ketua BAZNAS Evaluasi Kinerja, Penghimpunan Zakat Di Tingkatkan

10
×

Sekda Garut dan Ketua BAZNAS Evaluasi Kinerja, Penghimpunan Zakat Di Tingkatkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Berita-24today.co.id || GARUT – Menjelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, H. Nurdin Yana, M.H., serta masa kepemimpinan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut, Abdullah Efendi, S.Pd.I., M.E., pertemuan silaturahmi kedua pihak menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja kelembagaan sekaligus memperkuat keberlanjutan program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Pertemuan bersama jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Garut tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk membahas laporan kinerja, mengevaluasi pelaksanaan program, serta menyampaikan berbagai catatan dan harapan bagi kepengurusan selanjutnya.

Example 300x600

Salah satu isu penting yang mengemuka adalah perlunya meningkatkan penghimpunan zakat agar pendistribusian dan pendayagunaan dana umat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Momentum pergantian kepemimpinan ini sekaligus menjadi ruang refleksi atas sinergi Pemerintah Kabupaten Garut dan BAZNAS dalam mendukung program sosial, penanganan persoalan kemanusiaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sekda Garut Akui Peran Strategis BAZNAS

Sekda Kabupaten Garut, H. Nurdin Yana, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS yang selama ini menjadi salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam membantu masyarakat, khususnya untuk kebutuhan sosial dan kemanusiaan yang memerlukan penanganan segera.

Menurut Nurdin, pemerintah daerah dalam menjalankan program dan pelayanan publik harus tetap berpedoman pada regulasi serta mekanisme penganggaran yang berlaku. Konsekuensinya, tidak semua kebutuhan masyarakat dapat langsung diakomodasi melalui program yang telah direncanakan dalam anggaran pemerintah.

Dalam kondisi tertentu, keberadaan BAZNAS dinilai mampu melengkapi upaya pemerintah daerah, terutama ketika terdapat persoalan sosial yang membutuhkan penanganan cepat.

“Secara jujur, BAZNAS itu sangat membantu kami dalam konteks-konteks tertentu,” ujar Nurdin Yana.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran lembaga pengelola zakat dalam mendukung upaya penanganan persoalan sosial di tengah masyarakat. Kolaborasi pemerintah daerah dan BAZNAS diharapkan mampu memperluas jangkauan bantuan, tanpa mengabaikan ketentuan dan mekanisme yang berlaku pada masing-masing lembaga.

Nurdin juga berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan, meskipun nantinya terjadi pergantian kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut maupun BAZNAS.

Ia turut mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), dalam menunaikan zakat serta menyalurkan infak dan sedekah melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan.

Menurutnya, optimalisasi penghimpunan dana umat menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas manfaat program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penghimpunan Zakat Belum Optimal, Ketua BAZNAS Beri Catatan

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, Abdullah Efendi, S.Pd.I., M.E., menyampaikan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk membahas laporan kinerja dan perkembangan kelembagaan selama masa kepemimpinannya.

Dalam evaluasi tersebut, Abdullah menyoroti penghimpunan zakat yang dinilainya masih perlu ditingkatkan. Ia berharap kepengurusan berikutnya dapat mengoptimalkan potensi zakat yang ada di Kabupaten Garut sehingga kemampuan lembaga dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat semakin besar.

Menurut Abdullah, penghimpunan dana yang belum optimal berpengaruh terhadap kemampuan BAZNAS dalam memperluas jangkauan pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

“Dalam hal pengumpulan yang masih kurang dan belum optimal, bisa ditingkatkan. Nanti dalam pendistribusian bisa lebih masif lagi kalau dananya terkumpul,” ungkap Abdullah.

Catatan tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi kepengurusan BAZNAS selanjutnya. Peningkatan penghimpunan tidak hanya berkaitan dengan besarnya dana yang terkumpul, tetapi juga menyangkut strategi pengelolaan, perluasan partisipasi muzaki, serta upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

Abdullah berharap kepengurusan mendatang mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan, melakukan pembenahan terhadap kekurangan yang ditemukan, serta menghadirkan inovasi dalam pengelolaan zakat.

Ia menekankan bahwa peningkatan penghimpunan harus berjalan beriringan dengan pendistribusian yang tepat sasaran. Dengan demikian, dana yang dipercayakan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.

Transparansi dan Kepercayaan Publik Menjadi Kunci

Selain persoalan penghimpunan, koordinasi antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Garut juga menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan program kelembagaan.

Abdullah menilai komunikasi dan koordinasi yang baik dengan kepala daerah beserta jajaran pemerintah daerah diperlukan untuk memperkuat program, mengembangkan potensi penghimpunan zakat, serta menjaga kesinambungan kerja sama.

Dalam konteks tersebut, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat menjadi aspek penting yang perlu terus diperhatikan. Kepercayaan publik merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat dan menyalurkan infak maupun sedekah melalui lembaga resmi.

Karena itu, kepengurusan selanjutnya diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah penghimpunan, tetapi juga memastikan pengelolaan dan penyaluran dana dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelaporan kinerja yang jelas, program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mekanisme pertanggungjawaban yang dapat dipahami publik menjadi bagian penting dalam memperkuat legitimasi kelembagaan.

Pergantian Kepemimpinan Jangan Putuskan Sinergi

Berakhirnya masa jabatan Sekda Garut dan mendekatnya akhir masa kepemimpinan Ketua BAZNAS Kabupaten Garut menjadikan pertemuan tersebut memiliki arti tersendiri. Selain sebagai ajang silaturahmi, momentum ini menjadi ruang penyampaian evaluasi, pengalaman, serta harapan bagi pemimpin dan pengurus berikutnya.

Pergantian kepemimpinan diharapkan tidak memutus sinergi yang selama ini terbangun. Sebaliknya, perubahan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan profesionalisme kelembagaan, dan menyempurnakan program agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

BAZNAS memiliki peran strategis dalam menghimpun, mendistribusikan, dan mendayagunakan zakat sesuai ketentuan. Sementara itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjawab persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Dengan demikian, keberlanjutan kerja sama antara Pemkab Garut dan BAZNAS menjadi hal penting untuk terus dijaga.

Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya bagaimana mempertahankan program yang sudah berjalan, melainkan juga bagaimana meningkatkan penghimpunan zakat, memperluas penerima manfaat, memperkuat akuntabilitas, serta memastikan dana umat benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Garut.

Catatan evaluasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi kepengurusan selanjutnya untuk membangun BAZNAS yang semakin profesional, dipercaya masyarakat, dan mampu memperluas manfaat zakat bagi umat. (Rus)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *