Berita-24today.co.id || MALAKA TIMUR — Krisis air bersih yang dilaporkan melanda Dusun Mamakun, Desa Sanleo, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan konkret dari pemerintah daerah. Di tengah musim kemarau, warga mengaku kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara kondisi sumber air yang tersisa menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Keluhan tersebut disampaikan Krisantus Laka Ikun, warga Dusun Mamakun, kepada media ini, Selasa (20/10/2026). Ia menggambarkan kondisi sumber air yang tersisa berupa kubangan berlumpur dan keruh, yang menurutnya tidak layak digunakan sebagai sumber air konsumsi.
“Dalam kondisi seperti ini, bagaimana warga, terutama orang tua lanjut usia dan anak-anak, bisa memenuhi kebutuhan air yang layak untuk menjaga kesehatan mereka?” ujar Krisantus.
Menurut dia, keterbatasan akses air bersih membuat warga menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari memasak hingga memperoleh air minum yang aman. Kelompok rentan, khususnya anak-anak dan lansia, dikhawatirkan menghadapi risiko kesehatan apabila terpaksa menggunakan air yang tidak terjamin kebersihannya.
Namun, dugaan gangguan kesehatan seperti diare dan dehidrasi perlu dipastikan melalui keterangan tenaga kesehatan atau data dari instansi berwenang. Karena itu, kondisi kesehatan warga dan tingkat risiko akibat penggunaan air keruh perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Krisantus mendesak Pemerintah Kabupaten Malaka agar tidak berhenti pada imbauan atau rencana penanganan, tetapi menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia berharap pemerintah segera menyalurkan air bersih melalui mobil tangki secara berkala, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang, termasuk pembangunan atau perbaikan sarana penyediaan air bersih yang sesuai dengan kondisi wilayah setempat.
“Pemerintah Kabupaten Malaka perlu memperhatikan kami yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih. Kami membutuhkan tindakan nyata agar kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi,” tegasnya.
Persoalan ini tidak hanya menyangkut ketersediaan air, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat, pelayanan dasar, serta keberlanjutan akses air bersih bagi warga di wilayah yang terdampak musim kemarau.
Karena itu, diperlukan penjelasan mengenai kondisi sumber air di Dusun Mamakun, langkah penanganan darurat yang telah atau sedang dilakukan, serta rencana pemerintah untuk memastikan ketersediaan air bersih dalam jangka panjang. Informasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai penanganan persoalan yang mereka hadapi.
REDAKSI MEMBUKA RUANG KLARIFIKASI
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Pemerintah Kabupaten Malaka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka untuk memberikan penjelasan terkait kondisi krisis air di Dusun Mamakun, Desa Sanleo.
Klarifikasi tersebut diharapkan mencakup penyebab terjadinya krisis air, kondisi sarana dan prasarana penyediaan air bersih, langkah penanganan darurat yang telah dilakukan, serta program atau rencana konkret untuk menjamin kebutuhan air bersih masyarakat.
Redaksi juga mempersilakan instansi terkait menyampaikan data, kebijakan, maupun informasi lain yang relevan agar persoalan ini dapat diberitakan secara utuh, akurat, dan berimbang.
Bagi warga Dusun Mamakun, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda. Penanganan yang cepat, disertai penjelasan terbuka dari pihak berwenang, menjadi penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai upaya yang dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
- Penulis : Yulius Klau
- Editor : S Erfan Nurali



















