Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Warga Dusun Mamakun Desa Sanleo Dilanda Kekeringan, Minta Pemkab Malaka Segera Atasi Krisis Air Bersih

11
×

Warga Dusun Mamakun Desa Sanleo Dilanda Kekeringan, Minta Pemkab Malaka Segera Atasi Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Berita-24today.co.id || Malaka Timur, NTT – Memasuki puncak musim kemarau tahun 2026, warga Dusun Mamakun, Desa Sanleo, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih.

Hampir tiga bulan terakhir, sumur dan mata air di dusun tersebut mengering. Warga terpaksa berjalan kaki sejauh 2–3 kilometer sambil membawa jeriken untuk mencari air di kali yang telah mengering. Sebagian warga juga harus membeli air tangki dengan harga Rp200.000–Rp250.000 per 5.000 liter. Kondisi ini semakin membebani warga yang rata-rata hanya berpenghasilan sekitar Rp600.000 per bulan.

Example 300x600

“Kami di Mamakun ini setiap musim kemarau selalu mengalami kondisi seperti ini. Air untuk minum saja susah, apalagi untuk mandi dan ternak. Kami meminta Pemerintah Kabupaten Malaka, Bapak Bupati, BPBD, dan Dinas PUPR segera turun tangan,” ujar salah seorang warga Dusun Mamakun kepada media, Senin (20/10/2026).

Desa Sanleo memiliki luas wilayah 32,92 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 2.492 jiwa berdasarkan data BPS tahun 2024. Desa tersebut terdiri atas enam dusun, salah satunya Dusun Mamakun yang disebut paling terdampak kekeringan karena berada di wilayah perbukitan.

Berdasarkan data Malaka Timur Dalam Angka 2022 yang diterbitkan oleh BPS, sebagian besar sumber air minum masyarakat di kecamatan tersebut masih bergantung pada mata air. Kondisi ini membuat warga rentan mengalami krisis air bersih, terutama selama musim kemarau yang berlangsung dari Juni hingga November.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan air tangki yang bersifat sementara, tetapi juga menghadirkan solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih yang terus berulang setiap tahun.

Beberapa solusi yang diharapkan warga antara lain:

  1. Pembangunan pompa air tenaga surya, seperti yang telah diterapkan di Desa Naisau, Kabupaten Malaka.
  2. Pembangunan bak penampung air hujan atau embung untuk memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
  3. Pembangunan jaringan pipa distribusi air dari sumber mata air Kateri agar dapat menjangkau permukiman warga.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke pemerintah desa, tetapi sampai sekarang belum ada tangki air yang datang. Kami berharap tahun ini ada perhatian serius dari Pemkab Malaka,” tambah warga tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Malaka segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih di Dusun Mamakun. Penanganan yang cepat dan berkelanjutan dinilai sangat penting agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terutama untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan ternak.

Hingga berita ini diturunkan, Camat Malaka Timur, Bernardus Bria, dan Pemerintah Kabupaten Malaka belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kekeringan serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

  • Penulis: Yulius Klau
    Editor: S. Erfan Nurali
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *