Peran kepolisian saat ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga hadir sebagai pendidik serta pelindung masyarakat, khususnya anak-anak. Melalui program pendekatan humanis, Kompi 2 Batalyon D Pelopor menunjukkan sisi yang ramah dan dekat dengan generasi penerus bangsa.
Hal ini tampak nyata dalam kegiatan pembinaan di lingkungan sekolah, di mana anggota Brimob hadir langsung untuk memberikan edukasi penting mengenai bahaya perundungan (bullying) serta bijak dalam menggunakan media sosial.
Kegiatan edukatif ini menjadi langkah preventif yang krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Anak-anak usia sekolah dasar kini semakin akrab dengan gawai dan internet. Tanpa pengawasan serta pemahaman yang tepat, dunia digital dapat menjadi tempat yang rawan, baik sebagai korban maupun pelaku cyberbullying (perundungan siber).
Dalam arahannya di hadapan para siswa dan guru, anggota Brimob menekankan bahwa perundungan baik secara fisik, verbal, maupun melalui dunia maya memiliki dampak psikologis yang mendalam bagi korbannya. Penanaman nilai-nilai empati, saling menghormati antarteman, serta keberanian untuk melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan menjadi fokus utama dalam penyuluhan tersebut.
Kehadiran anggota Kompi 2 Batalyon D Pelopor yang merangkul anak-anak dengan penuh kehangatan berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Pendekatan “Brimob Sahabat Anak” ini tidak hanya memupuk rasa cinta anak-anak kepada institusi Polri, tetapi juga membangun mentalitas generasi muda yang tangguh, berkarakter, sadar hukum, serta bijak dalam beretika di dunia nyata maupun digital.
















