Berita-24today.co.id || GARUT – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Garut memastikan tidak ada jemaah umrah asal Indonesia yang dilaporkan menjadi korban dalam insiden serangan yang dikabarkan terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada 10–11 Oktober 2026. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang beredar di media sosial.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Kemenhaj Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (14/10/2026). Ia meminta masyarakat, khususnya keluarga jemaah umrah asal Garut, agar tidak langsung mempercayai informasi maupun video viral yang belum dipastikan kebenarannya.
“Alhamdulillah, jemaah umrah kita tidak ada korban terkait pemboman itu,” ujar Indra.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari Humas Kemenhaj RI, terdapat sekitar 37 jemaah asal Indonesia yang melakukan perjalanan melalui Bandara King Khalid, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan. Seluruh jemaah tersebut dilaporkan dalam kondisi selamat.
“Dari penjelasan Humas Kemenhaj RI, ada jemaah yang melakukan penerbangan melalui bandara itu, sekitar 37 orang. Alhamdulillah, semuanya selamat dan tidak ada korban,” jelasnya.
Indra menjelaskan, sebagian besar jemaah umrah asal Indonesia, termasuk dari Kabupaten Garut, umumnya menggunakan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah sebagai pintu masuk maupun keluar Arab Saudi.
Dengan demikian, menurutnya, jemaah umrah asal Garut pada umumnya tidak melalui Bandara King Khalid di Riyadh. Kondisi tersebut menjadi salah satu informasi penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak langsung mengaitkan seluruh jemaah Indonesia dengan insiden yang beredar di media sosial.
“Kebetulan jemaah umrah Indonesia, khususnya dari Garut, kebanyakan tidak masuk melalui bandara itu. Biasanya melalui Bandara King Abdulaziz di Jeddah,” ungkapnya.
Meski demikian, masyarakat tetap diharapkan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi, terutama apabila terdapat perubahan situasi keamanan yang berpengaruh terhadap perjalanan jemaah.
Terkait jadwal kepulangan jemaah Indonesia yang menggunakan Bandara King Khalid, Indra menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, jadwal penerbangan masih berjalan sesuai pemesanan tiket sebelumnya dan belum dilaporkan mengalami kendala.
“Alhamdulillah, masih normal sesuai dengan pemesanan tiket yang sebelumnya dilakukan. Semuanya tidak ada kendala,” katanya.
Kendati demikian, Kemenhaj Garut masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat mengenai perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Sebagai instansi vertikal, pihaknya akan mengikuti kebijakan dan petunjuk resmi dari pimpinan pusat sebelum menyampaikan langkah lanjutan kepada masyarakat.
“Sementara kami menunggu arahan dari pimpinan pusat. Kalau nanti ada arahan lebih lanjut, tentu akan kami sampaikan kembali,” tutur Indra.
Di tengah beredarnya informasi mengenai konflik di kawasan Timur Tengah, Indra mengimbau masyarakat agar tidak panik, terutama keluarga yang memiliki anggota keluarga sedang menjalankan ibadah umrah maupun yang bersiap berangkat ke Tanah Suci.
Ia menegaskan, calon jemaah maupun jemaah yang sedang berada di Arab Saudi perlu mematuhi ketentuan dan arahan resmi yang dikeluarkan pemerintah Indonesia serta otoritas Arab Saudi.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi hal penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan ibadah, terutama apabila situasi keamanan mengalami perubahan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak panik. Untuk keberangkatan dan kepulangan, ikuti ketentuan yang berlaku. Kalau pemerintah memberikan arahan, mohon dipatuhi dan jangan sampai melanggar aturan, baik dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi,” tegasnya.
Ia juga meminta jemaah tetap berkomunikasi dengan pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah serta memperhatikan informasi resmi terkait jadwal penerbangan dan kondisi keamanan.
Indra berharap situasi konflik di kawasan Timur Tengah segera mereda sehingga tidak mengganggu keselamatan masyarakat maupun pelaksanaan ibadah jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Ia mengingatkan jemaah agar tetap tenang, menjaga kondisi diri, serta menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa mengabaikan perkembangan informasi keamanan yang relevan.
“Kami berharap konflik ini segera selesai. Untuk jemaah yang sedang melaksanakan ibadah umrah di Makkah, tetap tenang dan fokus beribadah. Jangan sampai terlalu memikirkan konflik yang sedang terjadi, tetapi tetap ikuti arahan resmi dari pemerintah,” pungkasnya. (Rus)













