banner 728x250

DPPKBPPPA Garut Masuk Sekolah, Bekali Remaja Pemahaman Pergaulan Sehat dan Perlindungan Diri

banner 468x60

Berita-24today.co.id || GARUT – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi bagi peserta didik di SMP Negeri 6 Garut, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, membentuk karakter positif, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Example 300x600

Salah satu materi yang dibahas adalah isu LGBT pada remaja, yang disampaikan dalam kerangka edukasi, pendampingan, dan perlindungan anak. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu memahami perkembangan dirinya, menyikapi pengaruh lingkungan secara bijak, serta membangun hubungan sosial yang sehat dan saling menghormati.

Dalam penyampaian materinya, Yayan Waryana menekankan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan jati diri. Pada fase ini, anak mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, psikologis, maupun sosial.

Remaja juga mulai membangun persahabatan, mencari penerimaan dari lingkungan, serta semakin aktif menggunakan internet dan media sosial. Kondisi tersebut membutuhkan pendampingan yang tepat dari orang tua, guru, dan lingkungan masyarakat agar perkembangan anak berlangsung secara sehat.

Menurutnya, pemahaman yang benar dan komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam membantu remaja menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama masa pertumbuhan.

“Anak-anak perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, tidak mudah mengikuti tren hanya karena ingin diterima oleh teman, serta tidak mengambil keputusan penting berdasarkan tekanan kelompok atau informasi yang belum tentu benar,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi edukasi tersebut.

Yayan juga menyoroti pentingnya memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai perkembangan diri, kesehatan reproduksi sesuai usia, batasan pribadi, serta cara membangun hubungan yang sehat.

Dalam menghadapi isu LGBT, pendekatan edukatif dinilai perlu disertai komunikasi yang baik dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Dengan demikian, peserta didik dapat memperoleh informasi yang tepat sekaligus memahami pentingnya menjaga diri dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Ia juga menekankan bahwa anak yang mengalami kebingungan mengenai identitas diri, tekanan dalam pergaulan, atau persoalan pribadi perlu mendapatkan ruang untuk berbicara dan memperoleh bantuan yang tepat.

Peserta didik didorong agar tidak memendam persoalan yang dihadapi, melainkan menyampaikannya kepada orang tua, guru bimbingan dan konseling (BK), tenaga profesional, atau orang dewasa tepercaya yang mampu memberikan pendampingan.

Pencegahan Perundungan dan Penguatan Perlindungan Anak

Selain memberikan pemahaman mengenai pergaulan sehat, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran peserta didik tentang pentingnya menghormati sesama dan mencegah tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Setiap anak perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan merasa aman. Karena itu, tindakan mengejek, memberikan cap negatif, menyebarkan rahasia pribadi, maupun mengucilkan teman karena dianggap berbeda harus dihindari.

Lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penguatan nilai moral, dan pengembangan sikap saling menghormati.

Dari perspektif perlindungan anak, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui larangan. Anak juga perlu dibekali pengetahuan yang benar, keterampilan menghadapi tekanan sosial, serta akses terhadap pendampingan yang memadai.

Peran keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah menjadi penting untuk memastikan setiap anak memperoleh perlindungan dan dukungan selama menjalani masa pertumbuhan.

Melalui sosialisasi di SMPN 6 Garut ini, diharapkan peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga diri, memilih pergaulan secara bijak, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang berkarakter positif, memiliki kesadaran terhadap tanggung jawab pribadi, dan tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang aman, sehat, serta mendukung perkembangan anak secara optimal. (Rus)

Loading

banner 325x300
Penulis: Rus86
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *