banner 728x250
Berita  

Ali Zainal Abidin Raih Dua Penghargaan, Dedikasikan untuk Yatim dan Duafa

banner 468x60

Berita-24today.co.id || JAKARTA — Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, menerima dua penghargaan dalam ajang Professional & Leadership Award 2026 pada Jumat, 25 September 2026. Penghargaan itu diberikan kepada Ali secara pribadi dan kepada Yayasan Bani Insan Peduli atas kiprah sosial yang dijalankan selama ini.

Ali mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk dirinya. Penghargaan bagi Bani Insan Peduli, kata dia, merupakan bentuk apresiasi terhadap para penerima manfaat yayasan, terutama anak yatim, kaum duafa, dan fakir miskin.

Example 300x600

“Yang mendapatkan penghargaan pertama itu yayasan saya, Bani Insan Peduli. Berarti saya mewakili penerima manfaat dari Bani Insan Peduli sendiri, yaitu yatim, duafa, fakir miskin, dan semuanya,” kata Ali.

Bani Insan Peduli merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial dan berpusat di Pamekasan, Madura. Ali mengatakan kegiatan sosial yang dilakukannya telah berjalan sekitar 22 tahun, sedangkan Bani Insan Peduli secara kelembagaan baru berdiri kurang dari dua tahun.

Menurut Ali, Bani Insan Peduli didedikasikan untuk mendiang kedua orang tuanya. Ia berharap penghargaan tersebut justru menjadi dorongan untuk memperluas kegiatan sosial.

“Penghargaan ini mudah-mudahan menjadi motivasi lagi, khususnya kepada saya selaku founder Bani Insan Peduli,” ujarnya.

Penghargaan kedua diberikan kepada Ali secara pribadi sebagai sosok yang dinilai menginspirasi. Ali mengatakan kegiatan sosial tidak cukup dilakukan melalui ajakan atau pesan kepada masyarakat. Menurut dia, gerakan sosial harus dimulai dari tindakan pribadi.

“Kita ini bergerak untuk sosial. Kata Rasulullah, ibda’ binafsik, mulai dulu dari diri sendiri. Nggak bisa kita memberikan efek positif ke masyarakat kalau kita cuma memerintah. Mulailah dari diri sendiri,” kata dia.

Saat ini, Bani Insan Peduli memiliki sekitar 600 relawan yang tersebar di sejumlah daerah. Di Pamekasan, jumlah relawan disebut mendekati 200 orang.

Kegiatan BIP juga mulai diperluas ke luar Madura. Sejumlah fasilitas sosial yang dibangun atau dikembangkan di antaranya Gedung Ainul Umar di Jakarta Selatan, Masjid Ainun di Malang, dan Asrama Ainun di Pacet, Mojokerto. BIP juga merencanakan pembangunan Gedung Mabna Bani Syafi’i di Cirebon, Jawa Barat.

Untuk menopang kegiatan sosial tersebut, Ali menjalankan sejumlah unit usaha. Salah satunya Toko Sentral 88, toko emas di Madura yang menurut Ali turut menjadi sumber pendanaan kegiatan sosial BIP.

“100 persen dari profit bersihnya untuk yatim dan fakir miskin,” ujar Ali.

Ia mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari prinsip memberikan manfaat kepada sesama. Salah satu nilai yang dipegang Bani Insan Peduli adalah khairunnas anfa’uhum linnas, yang bermakna sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Ali berharap kegiatan Bani Insan Peduli dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Harapan saya cuma satu. Bani Insan Peduli ingin menjadi kebanggaan Baginda Nabi,” katanya.

Bani Insan Peduli membawa sejumlah tagline dalam gerakannya, antara lain fastabiqul khairat, mencintai anak yatim, dan mencintai sesama. Bagi Ali, dua penghargaan yang diterimanya menjadi bagian dari perjalanan panjang kegiatan sosial yang ingin terus dikembangkan.

  • Penulis : S Erfan Nurali
  • Editor : Redaksi

Loading

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *